SEO Off Page: Pengertian, Faktor Utama, dan Cara Melakukannya
SEO off page adalah upaya di luar website untuk menaikkan peringkat: backlink, brand mention, ulasan, dan Google Business Profile. Pelajari cara amannya.
Apa itu backlink? Pelajari pengertian backlink, cara Google menilainya, beda dofollow dan nofollow, ciri backlink berkualitas, dan cara mendapatkannya aman.

Apa itu backlink? Backlink adalah tautan dari halaman di website lain yang mengarah ke halaman di website Anda. Dalam SEO, backlink artinya semacam suara atau rekomendasi: ketika situs lain menautkan konten Anda, Google membaca itu sebagai sinyal bahwa halaman Anda layak ditemukan dan dipertimbangkan. Itulah sebabnya backlink menjadi salah satu fondasi SEO off-page sampai hari ini.
Artikel ini membahas pengertian backlink secara praktis: cara Google memakainya, jenis-jenisnya, ciri backlink yang benar-benar bernilai, dan cara mendapatkannya tanpa melanggar aturan Google. Kalau Anda baru mulai belajar, baca dulu dasar-dasar SEO untuk pemula supaya istilah di sini terasa lebih akrab.
Istilah backlink dipakai untuk membedakannya dari tautan biasa. Setiap tautan di web punya dua sisi: halaman yang menaut (sumber) dan halaman yang ditaut (tujuan). Dari sudut pandang halaman tujuan, tautan itu disebut backlink, inbound link, atau tautan masuk. Moz mendefinisikannya sebagai hyperlink dari satu website ke website lain yang menandakan satu situs menghargai konten situs lainnya. Ahrefs memakai definisi serupa: tautan yang tercipta ketika satu website menautkan website lain.
Kenapa Google peduli? Dalam panduan link best practices, Google menyatakan bahwa tautan dipakai sebagai sinyal untuk menentukan relevansi halaman dan untuk menemukan halaman baru yang perlu di-crawl. SEO Starter Guide Google bahkan menyebut Google terutama menemukan halaman lewat tautan dari halaman lain yang sudah di-crawl, dan dalam banyak kasus itu adalah website lain yang menautkan halaman Anda.
Jadi backlink punya dua fungsi sekaligus:
Yang sering disalahpahami: backlink bukan satu-satunya faktor, dan bukan pula tombol ajaib. Backlink bekerja bersama kualitas konten, struktur teknis situs, dan kecocokan dengan maksud pencarian. Kalau kontennya tipis, seratus backlink pun tidak akan menyelamatkannya. Gambaran lengkap soal urutan crawling, indexing, dan ranking ada di artikel cara kerja mesin pencari dari crawling sampai ranking.

Ada anggapan bahwa backlink sudah tidak relevan karena Google makin pintar memahami konten. Datanya tidak mendukung anggapan itu. Studi Backlinko terhadap 11,8 juta hasil pencarian Google menemukan bahwa hasil peringkat #1 rata-rata punya 3,8 kali lebih banyak backlink dibanding hasil di posisi #2 sampai #10. Halaman dengan banyak backlink cenderung mengungguli halaman yang backlink-nya sedikit.
Studi Ahrefs memberi sudut pandang berbeda: 96,55% halaman di web tidak mendapat trafik organik sama sekali dari Google. Salah satu alasan yang mereka temukan adalah halaman tersebut tidak punya backlink. Halaman dengan lebih banyak referring domain (jumlah domain unik yang menautkan) cenderung mendapat trafik lebih besar dan ranking untuk lebih banyak kata kunci.
Studi korelasi seperti ini tidak membuktikan sebab akibat secara mutlak. Konten bagus cenderung mendapat backlink secara alami, jadi arah panahnya bisa dua-duanya. Namun untuk kata kunci yang kompetitif, Ahrefs sendiri mencatat sangat sulit menang tanpa backlink, walau banyak halaman untuk kata kunci yang tidak kompetitif tetap mendapat trafik tanpa satu pun tautan masuk.
Catatan: Backlink bukan satu-satunya bagian dari SEO off-page. Sinyal brand, ulasan, dan penyebutan tanpa tautan juga ikut berperan. Pelajari bagian lainnya di panduan SEO off-page dan cara membangunnya.
Kesimpulan praktisnya: untuk kata kunci dengan persaingan tipis, konten yang tepat sasaran sering sudah cukup. Begitu Anda menyasar kata kunci yang diperebutkan situs besar, backlink berkualitas hampir selalu menjadi pembeda.
Secara teknis, cara Google memperlakukan sebuah backlink dipengaruhi atribut rel pada tag <a>. Google mendokumentasikan tiga nilai khusus dalam panduan qualify outbound links: sponsored, ugc, dan nofollow. Tautan tanpa atribut khusus biasa disebut dofollow, walau istilah itu bukan istilah resmi Google.
| Jenis | Atribut | Dipakai untuk | Perlakuan Google |
|---|---|---|---|
| Dofollow | tanpa atribut khusus | Tautan editorial biasa | Boleh diikuti dan dipertimbangkan sebagai sinyal |
| Nofollow | rel="nofollow" |
Tautan yang tidak ingin Anda kaitkan dengan situs Anda | Sejak 2019 dianggap petunjuk (hint), bukan perintah mutlak |
| Sponsored | rel="sponsored" |
Iklan, tautan berbayar, placement berbayar | Ditandai sebagai tautan berbayar, tidak dimaksudkan memberi kredit peringkat |
| UGC | rel="ugc" |
Komentar, postingan forum, konten buatan pengguna | Ditandai sebagai konten pengguna, diperlakukan sebagai petunjuk |
Beberapa hal yang perlu dicatat dari dokumentasi Google:
nofollow masih bisa diterima, tetapi sponsored lebih disarankan.nofollow; kalau ada halaman yang tidak ingin di-crawl, gunakan aturan disallow di robots.txt.rel bisa digabung, misalnya rel="ugc nofollow".Apakah backlink nofollow tidak ada gunanya? Tidak juga. Moz menjelaskan bahwa tautan nofollow tetap bisa mendatangkan trafik rujukan, meningkatkan visibilitas brand, dan membuka peluang tautan lain. Dalam praktik, profil backlink yang sehat justru berisi campuran keduanya, karena tautan dari media sosial, komentar, dan direktori memang wajarnya nofollow.
Selain atribut, backlink juga sering dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkannya:
Tidak semua backlink sama nilainya. Ahrefs menegaskan bahwa beberapa backlink berkualitas dan relevan kemungkinan besar mendongkrak peringkat lebih kuat daripada banyak backlink berkualitas rendah. Kalau semua tautan diberi bobot sama, algoritma Google akan mudah dimanipulasi.
Berikut lima ciri yang bisa Anda pakai untuk menilai sebuah backlink:
Sebaliknya, ada backlink yang berisiko. Kebijakan spam Google mendefinisikan link spam sebagai praktik membuat tautan ke atau dari sebuah situs terutama untuk memanipulasi peringkat. Contoh yang disebut eksplisit: membeli atau menjual tautan untuk tujuan peringkat (termasuk menukar barang atau jasa dengan tautan), pertukaran tautan berlebihan, memakai program otomatis untuk membuat tautan, dan mewajibkan tautan dalam syarat layanan tanpa memberi pilihan atribut.
| Backlink berkualitas | Backlink berisiko |
|---|---|
| Dari situs yang membahas topik serumpun | Dari situs acak yang menerima tautan apa saja |
| Ditempatkan secara editorial di badan konten | Ditanam di footer, sidebar, atau widget massal |
| Anchor text alami dan bervariasi | Anchor text kata kunci komersial yang persis sama berulang kali |
| Tumbuh bertahap seiring konten dipublikasikan | Melonjak ratusan dalam beberapa hari |
| Halaman sumber punya pembaca sungguhan | Halaman sumber hanya berisi tautan keluar |
Tips: Kalau Anda mewarisi website dengan riwayat backlink yang tidak jelas, jangan langsung menolak (disavow) semuanya. Google menyebut fitur disavow sebagai fitur lanjutan yang harus dipakai dengan hati-hati karena bisa merugikan performa situs bila salah pakai. Audit dulu, baru bertindak.
Bagian ini yang paling sering ditanyakan: bagaimana mendapatkan backlink kalau tidak boleh membeli? Google sendiri di SEO Starter Guide menyebut tautan dari situs lain adalah sesuatu yang terjadi secara alami seiring waktu, dan Anda bisa mendorongnya dengan mempromosikan situs. Berikut pendekatan yang aman dan berkelanjutan.
1. Buat aset yang layak ditautkan. Orang menautkan sesuatu karena berguna: data orisinal dari survei kecil, kalkulator, template, atau panduan yang lebih lengkap dari yang sudah ada. Konten yang isinya sama seperti seratus artikel lain jarang mendapat tautan sukarela.
2. Lakukan outreach yang spesifik. Cari artikel yang membahas topik Anda, lalu tawarkan sesuatu yang benar-benar menambah nilai untuk pembacanya: data pelengkap, koreksi informasi usang, atau sumber yang lebih baru. Pesan massal berisi permintaan tautan tanpa alasan hampir selalu diabaikan.
3. Manfaatkan penyebutan brand tanpa tautan. Kalau nama bisnis Anda sudah disebut di media atau blog tanpa tautan, minta penulisnya menambahkan tautan. Peluangnya lebih besar karena mereka sudah mengenal Anda.
4. Guest post di situs yang relevan, bukan di mana saja. Menulis untuk situs setopik dengan pembaca sungguhan masih sah. Yang bermasalah adalah guest post massal di situs yang menerima siapa saja demi tautan.
5. Bangun hubungan dengan komunitas dan mitra. Asosiasi industri, pemasok, klien, kampus, dan media lokal adalah sumber tautan yang sering terlewat padahal sangat relevan secara konteks.
6. Periksa backlink kompetitor. Lihat siapa yang menautkan pesaing Anda di halaman yang bersaing dengan Anda. Situs yang sudah menautkan satu pemain di industri Anda biasanya terbuka untuk menautkan sumber lain yang lebih baik.
Contoh: Sebuah klinik gigi ingin ranking untuk kata kunci seputar behel gigi. Alih-alih membeli tautan, klinik itu menerbitkan panduan biaya dan durasi perawatan berdasarkan data pasiennya sendiri (tanpa identitas), lalu mengirimkannya ke blog kesehatan dan media lokal yang pernah menulis topik serupa. Tautan yang datang relevan, editorial, dan aman.
Kalau Anda ingin proses ini dikerjakan secara sistematis, mulai dari riset prospek sampai pelacakan tautan yang sudah tayang, lihat cara kerja layanan link building kami. Sebelum membangun tautan baru, pastikan juga kondisi teknis dan konten situs sudah siap menerimanya lewat audit SEO menyeluruh.
Butuh bantuan? Konsultasi SEO gratis lewat WhatsApp
Yang sering kami temui saat mengaudit profil backlink sebuah situs bukan kekurangan tautan, melainkan tautan yang salah jenis. Beberapa pola yang paling sering muncul:
Kalau ada satu prinsip yang layak diingat dari seluruh artikel ini: backlink adalah cerminan reputasi. Bangun sesuatu yang memang layak dirujuk, minta rujukan ke orang yang tepat, dan biarkan profil tautan Anda tumbuh dengan pola yang wajar. Itu jauh lebih tahan lama daripada jalan pintas apa pun.
Backlink adalah tautan dari halaman di website lain yang mengarah ke halaman di website Anda. Google memakai tautan sebagai salah satu sinyal untuk menemukan halaman baru dan menilai relevansinya, sehingga backlink dari situs yang relevan dan tepercaya bisa membantu halaman Anda tampil lebih baik di hasil pencarian.
Dofollow adalah tautan biasa tanpa atribut khusus, sehingga Google boleh mengikutinya dan mempertimbangkannya sebagai sinyal. Nofollow memakai atribut rel=nofollow yang memberi tahu Google bahwa Anda tidak ingin situs Anda dikaitkan dengan halaman tujuan. Sejak 2019, Google memperlakukan nofollow sebagai petunjuk (hint), bukan perintah mutlak.
Ya. Kebijakan spam Google menyebut jual beli tautan untuk tujuan peringkat sebagai link spam, termasuk menukar uang, barang, atau jasa dengan tautan. Tautan berbayar tetap boleh ada selama diberi atribut rel=sponsored atau rel=nofollow supaya tidak dihitung sebagai sinyal peringkat. Tanpa atribut itu, situs Anda berisiko terkena tindakan manual dari Google.
Tidak ada angka pasti. Yang menentukan adalah kualitas dan relevansi, bukan jumlah. Beberapa tautan dari situs tepercaya yang setopik biasanya berdampak lebih besar daripada ratusan tautan dari situs asal-asalan. Bandingkan dengan profil backlink kompetitor di halaman yang sama untuk mendapat gambaran target yang realistis.
Tidak. Backlink merujuk pada tautan dari domain lain ke website Anda, sedangkan tautan antarhalaman di dalam satu website disebut internal link. Keduanya penting tetapi fungsinya berbeda: internal link membantu Google memahami struktur situs Anda, sementara backlink berfungsi sebagai sinyal kepercayaan dari pihak luar.
Kirim alamat website Anda lewat WhatsApp. Kami balas dengan catatan awal soal bagian mana yang paling layak dibenahi lebih dulu.
Lanjut baca