Backlink

Ahrefs backlink: cara cek backlink dengan Ahrefs dan membaca hasilnya

Panduan memakai Ahrefs untuk memeriksa backlink: pilihan alat gratis dan berbayar, arti Domain Rating dan URL Rating, cara membaca laporan backlink dan referring domains, serta cara memisahkan tautan yang bermanfaat dari tautan yang berisiko.

11 menit baca

Ilustrasi garis: kaca pembesar di atas kartu halaman web yang tersambung rantai tautan ke beberapa halaman lain, dengan papan daftar periksa di pojok kanan bawah
Daftar isi

Ahrefs backlink adalah cara singkat orang menyebut pemeriksaan backlink memakai Ahrefs, salah satu alat SEO yang paling sering dipakai untuk melihat siapa saja yang menautkan ke sebuah situs. Ada tiga pintu masuk: Backlink Checker versi gratis untuk cuplikan data domain mana pun, Ahrefs Webmaster Tools yang gratis untuk situs milik sendiri, dan Site Explorer di paket berbayar untuk laporan lengkap. Hasilnya baru berguna kalau Anda tahu cara membacanya, terutama arti Domain Rating, URL Rating, referring domains, dan atribut tautan.

Artikel ini membahas cara memakai ketiganya, cara membaca laporan backlink dari atas ke bawah, dan cara memisahkan tautan yang bermanfaat dari tautan yang justru berisiko. Kalau Anda belum paham apa itu backlink dan kenapa ia penting, mulai dulu dari artikel apa itu backlink, lalu kembali ke sini.

Ahrefs tidak hanya punya satu alat untuk backlink. Pilihan yang tepat bergantung pada siapa pemilik situsnya dan seberapa dalam data yang Anda butuhkan.

Backlink Checker versi gratis. Ini halaman di ahrefs.com/backlink-checker. Anda cukup memasukkan domain atau URL, lalu Ahrefs menampilkan ringkasan profil backlink dan sebagian daftar tautannya. Ahrefs sendiri menyebut versi ini sebagai cuplikan dari alat premiumnya, jadi datanya sengaja dibatasi. Cocok untuk melihat sekilas situs pesaing atau calon mitra.

Ahrefs Webmaster Tools (Ahrefs Free). Ini versi gratis untuk pemilik situs. Syaratnya, situs harus diverifikasi lebih dulu, misalnya lewat Google Search Console, berkas HTML, atau catatan DNS. Menurut halaman resminya, Ahrefs Free bisa dipakai untuk jumlah situs terverifikasi yang tidak terbatas, menampilkan sampai 1.000 backlink sekaligus dengan fitur sortir dan filter, dan menyediakan 5.000 kredit crawl per proyek per bulan untuk audit situs.

Site Explorer di paket berbayar. Ini versi lengkap untuk domain mana pun, termasuk milik pesaing. Laporan backlink, referring domains, anchor, tautan yang hilang, dan halaman yang paling banyak ditautkan tersedia penuh di sini.

Pilihan Untuk situs siapa Biaya Paling cocok untuk
Backlink Checker gratis Domain mana pun Gratis Melihat sekilas profil backlink pesaing atau calon mitra
Ahrefs Webmaster Tools Hanya situs yang sudah Anda verifikasi Gratis Memantau backlink dan kesehatan situs sendiri secara rutin
Site Explorer Domain mana pun Berbayar Riset pesaing mendalam dan kampanye link building

Untuk sebagian besar pemilik usaha, kombinasi Ahrefs Webmaster Tools untuk situs sendiri dan Backlink Checker gratis untuk mengintip pesaing sudah cukup. Paket berbayar baru masuk akal kalau Anda rutin meneliti banyak domain pesaing atau menjalankan link building secara serius.

Diagram tiga kartu pilihan cek backlink di Ahrefs: Backlink Checker gratis untuk domain mana pun, Ahrefs Webmaster Tools gratis untuk situs terverifikasi, dan Site Explorer berbayar untuk laporan lengkap
Tiga pintu masuk untuk cek backlink di Ahrefs. Kartu tengah, Ahrefs Webmaster Tools, adalah titik awal yang paling masuk akal untuk memantau situs sendiri tanpa biaya.

Karena gratis dan datanya paling lengkap untuk situs sendiri, Ahrefs Webmaster Tools adalah titik awal yang kami sarankan. Urutannya seperti ini:

  1. Buat akun Ahrefs lalu buka bagian Webmaster Tools.
  2. Tambahkan proyek dengan memasukkan domain situs Anda.
  3. Verifikasi kepemilikan. Cara tercepat biasanya menghubungkan akun Google Search Console yang sudah memverifikasi situs itu. Kalau belum punya, siapkan dulu Search Console mengikuti panduan Google Search Console kami.
  4. Buka Site Explorer untuk proyek itu, lalu lihat ringkasan: jumlah backlink, referring domains, Domain Rating, dan grafik perkembangan dari waktu ke waktu.
  5. Masuk ke laporan Backlinks dan Referring domains, lalu pakai filter untuk memisahkan tautan dofollow dan nofollow, tautan baru, dan tautan yang hilang.
  6. Catat temuan dalam satu lembar kerja: tanggal, jumlah referring domains, tautan baru yang penting, dan tautan yang perlu ditindaklanjuti.

Jangan berhenti di angka ringkasan. Nilai sebenarnya ada di daftar tautan itu sendiri: dari halaman apa tautannya, anchor apa yang dipakai, dan apakah halaman tujuannya memang halaman yang ingin Anda dorong.

Memahami Domain Rating dan URL Rating

Dua metrik yang paling sering ditanyakan adalah Domain Rating (DR) dan URL Rating (UR). Keduanya buatan Ahrefs, dan keduanya sering disalahpahami.

Domain Rating (DR) menunjukkan kekuatan profil backlink sebuah situs dibanding situs lain di database Ahrefs, dalam skala 0 sampai 100. Ahrefs menjelaskan dua prinsip perhitungannya: domain dengan DR lebih tinggi meneruskan nilai lebih besar ke domain yang ditautkannya, dan sebuah domain membagi nilainya secara rata ke semua domain yang ia tautkan. Karena itu, tautan dari situs kecil yang hanya menautkan sedikit domain bisa lebih berpengaruh daripada tautan dari situs besar yang menautkan jutaan domain. DR juga bersifat relatif, jadi DR situs Anda bisa turun walaupun tidak kehilangan backlink, karena situs lain bertumbuh lebih cepat.

URL Rating (UR) menunjukkan kekuatan profil tautan satu halaman dalam skala 100 poin. Menurut Ahrefs, UR memperhitungkan tautan internal maupun eksternal, dan skalanya logaritmik: naik dari UR 20 ke 30 jauh lebih mudah daripada dari 70 ke 80.

Metrik Mengukur Tingkat Cara memakainya
Domain Rating (DR) Kekuatan profil backlink sebuah domain, relatif terhadap domain lain Domain Membandingkan situs Anda dengan pesaing secara kasar
URL Rating (UR) Kekuatan profil tautan satu halaman Halaman Menilai halaman mana yang paling kuat untuk ditautkan ke halaman lain
Referring domains Jumlah domain unik yang menautkan Domain atau halaman Lebih bermakna daripada jumlah backlink mentah
Backlinks Jumlah tautan total, termasuk banyak tautan dari satu domain Domain atau halaman Dibaca bersama referring domains, jangan sendirian

Yang perlu diingat: Google tidak memakai DR atau UR. Keduanya adalah perkiraan pihak ketiga dari data tautan Ahrefs. Metrik ini berguna untuk membandingkan, bukan untuk memprediksi peringkat. Situs dengan DR rendah tetap bisa mengalahkan situs DR tinggi untuk pencarian yang spesifik kalau kontennya lebih relevan, seperti yang kami jelaskan di artikel cara kerja SEO.

Diagram perbandingan Domain Rating sebagai metrik tingkat domain dan URL Rating sebagai metrik tingkat halaman, keduanya skala 0 sampai 100 buatan Ahrefs dan tidak dipakai Google
DR membaca domain, UR membaca halaman. Keduanya metrik buatan Ahrefs yang berguna untuk membandingkan situs, bukan angka yang dipakai Google untuk menentukan peringkat.

Saat membuka laporan backlink, urutan membaca yang kami pakai di setiap audit SEO adalah sebagai berikut.

Mulai dari referring domains, bukan jumlah backlink. Seratus tautan dari satu situs (misalnya tautan di footer atau sidebar) tetap hanya satu referring domain. Grafik referring domains dari waktu ke waktu memberi gambaran yang lebih jujur tentang pertumbuhan profil tautan.

Periksa atribut tautan. Google mengenalkan atribut rel="sponsored" untuk tautan berbayar atau iklan, rel="ugc" untuk tautan dari konten buatan pengguna seperti komentar dan forum, dan rel="nofollow" untuk tautan yang tidak ingin dikaitkan dengan situs pemberi. Ahrefs menandai atribut ini di laporan, jadi Anda bisa melihat proporsi tautan dofollow dan yang tidak. Tautan nofollow tidak buruk; profil yang wajar memang berisi campuran keduanya.

Lihat anchor text. Anchor adalah teks yang diklik pada tautan. Profil yang alami didominasi nama merek, alamat situs, dan frasa umum. Kalau sebagian besar anchor berisi kata kunci komersial yang sama persis, itu tanda tautannya dibuat, bukan didapat.

Cek halaman tujuan. Lihat halaman mana di situs Anda yang paling banyak ditautkan. Kalau tautan banyak mengarah ke halaman yang sudah dihapus atau diarahkan ulang, nilainya bisa terbuang. Halaman seperti itu perlu dipulihkan atau diarahkan dengan benar, dan canonical tag di halaman tujuan harus tepat.

Pantau tautan baru dan yang hilang. Laporan tautan baru menunjukkan hasil kerja outreach atau liputan, sedangkan tautan yang hilang bisa menjadi peluang untuk meminta pemilik situs memasangnya kembali.

Selain memantau situs sendiri, Ahrefs paling sering dipakai untuk melihat dari mana pesaing mendapat tautan. Caranya bukan menyalin semua tautan mereka, tetapi mencari pola.

  • Halaman pesaing yang paling banyak ditautkan. Ahrefs menyebut laporan ini Best by links. Halaman yang banyak ditautkan biasanya berupa panduan, data, atau alat gratis. Itu petunjuk jenis konten apa yang layak dibuat.
  • Halaman pesaing yang rusak tetapi masih ditautkan. Ahrefs menyediakan filter 404 untuk menemukannya. Situs yang menautkan ke halaman rusak itu bisa dihubungi dengan tawaran konten pengganti, taktik yang dikenal sebagai broken link building.
  • Domain yang menautkan ke beberapa pesaing sekaligus, tetapi belum ke Anda. Ini biasanya media industri, direktori asosiasi, atau komunitas yang relevan.

Riset pesaing harus selalu disaring dengan akal sehat. Tidak semua tautan pesaing layak ditiru, karena sebagian mungkin didapat dengan cara yang melanggar kebijakan Google. Strategi tautan yang aman kami bahas lebih lengkap di artikel SEO off page.

Diagram alur empat langkah riset backlink pesaing: pilih tiga sampai lima pesaing, lihat halaman paling banyak ditautkan, cari domain yang menautkan ke beberapa pesaing, lalu saring yang relevan dan aman
Riset backlink pesaing mencari pola, bukan menyalin daftar. Langkah terakhir, menyaring yang relevan dan aman, yang membedakan link building sehat dari sekadar menumpuk tautan.

Google menyebut praktik membuat tautan ke atau dari sebuah situs terutama untuk memanipulasi peringkat sebagai link spam. Contoh yang disebut dalam kebijakannya antara lain jual beli tautan untuk peringkat, pertukaran tautan berlebihan, memakai program otomatis untuk membuat tautan, dan advertorial berbayar yang tautannya tetap meneruskan nilai peringkat.

Saat membaca laporan Ahrefs, pola berikut patut diperiksa lebih jauh:

Pola di laporan Kemungkinan penyebab Tindakan yang masuk akal
Lonjakan referring domains dalam beberapa hari tanpa liputan atau kampanye Tautan otomatis, situs scraper, atau serangan tautan dari pihak lain Periksa contoh tautannya; menurut Google kebanyakan situs tidak perlu disavow, jadi tidak perlu panik
Banyak tautan dari situs yang isinya tidak berhubungan sama sekali Jaringan situs penjual tautan Hentikan pembelian bila ada, dan jangan mengulang pola yang sama
Anchor berisi kata kunci komersial persis secara berulang Tautan yang dipesan dengan anchor yang ditentukan Ubah pendekatan ke tautan bernama merek dan konten yang layak dikutip
Tautan sitewide dari footer banyak situs Tema gratis bertautan atau pertukaran tautan Biasanya cukup dibiarkan, tetapi jangan dijadikan strategi
Halaman tujuan berstatus 404 Halaman dihapus tanpa pengalihan Pulihkan halamannya atau pasang pengalihan 301 ke halaman yang setara

Tidak setiap tautan aneh perlu ditindaklanjuti. Situs besar wajar menerima tautan acak dari situs berkualitas rendah. Yang perlu diwaspadai adalah pola yang menunjukkan tautan dibuat secara sengaja untuk memanipulasi peringkat, apalagi kalau dibuat oleh pihak yang Anda bayar.

Ahrefs dan Google Search Console: pakai keduanya

Search Console juga punya laporan tautan yang menampilkan situs yang paling banyak menautkan, halaman yang paling banyak ditautkan, dan teks tautan yang paling umum. Bedanya, data Search Console berasal dari Google sendiri, sedangkan Ahrefs memakai crawler dan database miliknya. Ahrefs menyebut indeks backlinknya diperbarui dengan data baru setiap 15 menit, tetapi angka di kedua alat hampir selalu berbeda karena cakupannya berbeda.

Cara kami membagi tugasnya: Search Console menjadi rujukan apa yang dilihat Google, sedangkan Ahrefs dipakai untuk detail yang tidak ada di Search Console, seperti atribut tautan, tanggal ditemukan, tautan yang hilang, dan data pesaing. Alat lain yang melengkapi keduanya kami ulas di artikel SEO tools.

Diagram perbandingan Google Search Console dan Ahrefs untuk backlink: Search Console berisi data dari Google untuk situs sendiri, Ahrefs berisi data crawler sendiri dengan detail atribut, tanggal, dan data pesaing
Search Console menjawab apa yang dilihat Google, Ahrefs menjawab detailnya. Memakai keduanya mencegah keputusan yang hanya bersandar pada satu sumber data.

Beberapa kebiasaan membuat data Ahrefs justru menyesatkan:

  • Mengejar angka DR. DR naik karena tautan dari situs yang menautkan sedikit domain, bukan karena situs Anda lebih relevan. Membeli tautan demi DR sering berakhir dengan profil yang tidak wajar.
  • Menghitung backlink, bukan referring domains. Angka backlink mudah membengkak oleh tautan sitewide dan tidak mencerminkan jumlah situs yang benar-benar merekomendasikan Anda.
  • Panik melihat tautan spam. Tautan dari situs scraper sangat umum. Google menyatakan bahwa dalam sebagian besar kasus ia bisa menilai tautan mana yang layak dipercaya tanpa panduan tambahan, sehingga kebanyakan situs tidak perlu memakai alat disavow.
  • Meniru semua tautan pesaing. Sebagian tautan pesaing mungkin dibeli. Meniru mereka berarti ikut menanggung risikonya.
  • Lupa menghubungkan dengan halaman uang. Backlink paling bernilai bila mengarah atau diteruskan lewat tautan internal ke halaman yang memang ingin Anda peringkatkan.

Sumber

Memeriksa profil backlink adalah salah satu bagian dari audit SEO yang kami kerjakan, dan membangun tautan yang aman adalah inti layanan link building kami. Kalau Anda masih membangun pemahaman dasar, urutan materinya ada di panduan belajar SEO, dan gambaran biaya pendampingan ada di halaman harga.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Ahrefs backlink checker?

Ahrefs Backlink Checker adalah alat dari Ahrefs untuk melihat halaman dan domain mana saja yang menautkan ke sebuah situs atau URL. Ahrefs menyediakan versi gratis yang menampilkan cuplikan data, sedangkan laporan lengkapnya ada di Site Explorer yang termasuk paket berbayar. Pemilik situs juga bisa memakai Ahrefs Webmaster Tools secara gratis untuk situs yang sudah diverifikasi.

Apakah cek backlink di Ahrefs bisa gratis?

Bisa, dengan dua cara. Pertama, Backlink Checker versi gratis di situs Ahrefs untuk melihat cuplikan backlink domain mana pun. Kedua, Ahrefs Webmaster Tools (Ahrefs Free) untuk situs milik sendiri yang sudah diverifikasi. Menurut halaman resminya, Ahrefs Free bisa dipakai untuk jumlah situs terverifikasi yang tidak terbatas dan menampilkan sampai 1.000 backlink sekaligus dengan fitur penyaringan.

Apa beda Domain Rating dan URL Rating di Ahrefs?

Domain Rating (DR) mengukur kekuatan profil backlink sebuah domain dibanding domain lain di database Ahrefs, dalam skala 0 sampai 100. URL Rating (UR) mengukur kekuatan profil tautan satu halaman, juga dalam skala 100 poin, dan memperhitungkan tautan internal maupun eksternal. Keduanya metrik buatan Ahrefs, bukan metrik yang dipakai Google.

Apakah DR tinggi menjamin ranking di Google?

Tidak. DR adalah metrik pihak ketiga yang dihitung Ahrefs dari data tautannya sendiri. Google tidak memakai DR. DR berguna sebagai gambaran kasar kekuatan profil backlink untuk membandingkan situs, tetapi peringkat tetap ditentukan oleh banyak faktor lain, terutama relevansi dan kegunaan konten untuk pencarian tersebut.

Kenapa jumlah backlink di Ahrefs berbeda dengan Google Search Console?

Karena keduanya memakai crawler dan database yang berbeda. Search Console menampilkan data tautan yang ditemukan Google, sedangkan Ahrefs menampilkan tautan yang ditemukan crawler Ahrefs. Jumlahnya hampir selalu berbeda. Untuk situs sendiri, pakai keduanya: Search Console sebagai sudut pandang Google, Ahrefs untuk detail seperti atribut tautan, anchor, dan tanggal ditemukan.

Backlink seperti apa yang perlu dicurigai saat dicek di Ahrefs?

Perhatikan lonjakan referring domains yang tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, banyak tautan dari situs yang isinya tidak berhubungan, anchor text yang berisi kata kunci persis secara berulang, serta tautan dari halaman yang jelas dibuat hanya untuk menjual tautan. Pola seperti ini bisa termasuk link spam menurut kebijakan Google.

Seberapa sering sebaiknya backlink dicek?

Untuk situs bisnis kecil sampai menengah, pemeriksaan sebulan sekali sudah cukup untuk memantau tautan baru dan tautan yang hilang. Periksa lebih sering bila sedang menjalankan kampanye link building, setelah migrasi situs, atau bila ada penurunan trafik organik yang tidak bisa dijelaskan dari sisi konten maupun teknis.

Mau dibantu menerapkannya di website Anda?

Ceritakan situs Anda lewat WhatsApp, lalu kami jadwalkan sesi diagnosis gratis 60 sampai 90 menit untuk menentukan bagian mana yang paling layak dibenahi lebih dulu.

Lanjut baca

Artikel terkait