Riset keyword
Cara mencari kata kunci untuk SEO: 5 langkah praktis
Lima langkah memilih kata kunci, dari daftar awal sampai tiap kata kunci punya halamannya sendiri.
Pengertian kata kunci dalam SEO, jenisnya menurut volume dan niat pencarian, empat angka untuk menilainya, dan cara Google memperlakukan kata kunci di halaman Anda.
Kata kunci adalah kata atau frasa yang diketik orang di mesin pencari saat mencari sesuatu. Dalam SEO, kata kunci berfungsi sebagai petunjuk tentang apa yang benar-benar dibutuhkan calon pembaca, sehingga Anda bisa membuat halaman yang menjawabnya. Kata kunci dibedakan menurut volume pencariannya (short tail sampai long tail) dan menurut niat pencariannya (informasional, navigasional, komersial, transaksional).
Artikel ini membahas pengertian dan jenis kata kunci, bukan langkah riset dari nol. Kalau Anda butuh langkah praktisnya, baca cara mencari kata kunci dalam lima langkah. Di sini kami memakai data dari database kata kunci kami sendiri, 5.357 kata kunci seputar SEO di Indonesia yang ditarik dari Ahrefs Keywords Explorer pada 20 September 2026, supaya contohnya bukan karangan.
Setiap hari orang mengetik sesuatu di Google: “kata kunci”, “apa itu seo”, “jasa seo jakarta”. Deretan huruf yang diketik itu adalah kueri. Ketika banyak orang mengetik kueri yang sama atau mirip, kueri itu menjadi kata kunci yang layak dipelajari, karena di baliknya ada kebutuhan yang berulang.
Kata “kunci” sering membuat orang salah paham, seolah ada satu kata ajaib yang membuka halaman pertama. Kenyataannya tidak begitu. Google sendiri menulis di panduan SEO dasarnya bahwa orang yang baru mengenal suatu topik dan orang yang sudah paham sering memakai kata yang berbeda untuk hal yang sama. Contoh dari Google: sebagian orang mencari “charcuterie”, sebagian lagi “papan keju”. Halaman yang ditulis dengan mempertimbangkan variasi itu punya peluang lebih baik tampil.
Jadi fungsi kata kunci ada dua. Pertama, sebagai alat riset: memberi tahu Anda topik apa yang dicari, seberapa sering, dan dengan niat apa. Kedua, sebagai patokan penulisan: memastikan judul, subjudul, dan isi halaman memakai bahasa yang sama dengan bahasa calon pembaca. Keduanya melayani tujuan yang lebih besar, yaitu SEO sebagai cara membuat halaman ditemukan tanpa iklan.
Karena itu, jangan memperlakukan kata kunci sebagai target yang harus dijejalkan. Perlakukan sebagai bukti bahwa ada orang yang sedang bertanya, lalu pastikan halaman Anda adalah jawaban terbaik untuk pertanyaan itu.
Tiga istilah ini sering dipakai bergantian, padahal tingkatannya berbeda. Memahami bedanya akan menghindarkan Anda dari kesalahan klasik: membuat lima artikel untuk lima variasi kata kunci yang sebenarnya satu topik.
| Istilah | Artinya | Contoh |
|---|---|---|
| Kueri | Teks persis yang diketik satu orang pada satu waktu | “kata kunci seo itu apa sih” |
| Kata kunci | Bentuk kueri yang sering dicari dan tercatat volumenya di tool riset | “kata kunci” (3.000 pencarian per bulan) |
| Topik atau klaster | Kumpulan kata kunci yang dijawab oleh satu halaman yang sama | “kata kunci”, “kata kunci adalah”, “jenis kata kunci” |
Aturan praktis yang kami pakai: satu topik, satu halaman. Kalau dua kata kunci memunculkan hasil Google yang hampir sama, keduanya dijawab oleh satu halaman. Kalau hasilnya berbeda jenis, misalnya satu memunculkan artikel panduan dan satu lagi memunculkan halaman jasa, keduanya butuh halaman terpisah.
Itu sebabnya artikel ini berdiri sendiri dan tidak digabung dengan panduan riset. Kata kunci “kata kunci” dicari orang yang ingin tahu artinya, sedangkan “cara mencari kata kunci” dicari orang yang ingin langkah kerja. Menggabungkan keduanya dalam satu halaman membuat halaman terlalu panjang untuk pembaca yang hanya butuh salah satunya. Memisahkannya tanpa alasan yang jelas justru memicu kanibalisasi, yaitu dua halaman Anda sendiri saling berebut kata kunci yang sama.
Cara pertama mengelompokkan kata kunci adalah dari seberapa sering ia dicari. Istilah yang umum dipakai adalah head atau short tail untuk kata kunci bervolume besar, dan long tail untuk kata kunci bervolume kecil. Di antara keduanya kadang disebut body atau middle tail.
Satu koreksi penting dari Ahrefs: patokan long tail adalah volume, bukan jumlah kata. Ahrefs mencatat ada banyak kata kunci satu kata dengan pencarian di bawah 100 per bulan, dan ada kata kunci lima kata atau lebih yang dicari ratusan ribu kali. Jadi “long tail keyword adalah kata kunci yang panjang” hanya benar sebagian.
Data kami memperlihatkan betapa panjangnya ekor itu. Dari 5.357 kata kunci seputar SEO di Indonesia:
| Volume per bulan | Jumlah kata kunci | Porsi |
|---|---|---|
| 10 atau kurang | 3.558 | 66,4 persen |
| 11 sampai 50 | 1.270 | 23,7 persen |
| 51 sampai 100 | 305 | 5,7 persen |
| 101 sampai 500 | 177 | 3,3 persen |
| 501 sampai 1.000 | 23 | 0,4 persen |
| Di atas 1.000 | 24 | 0,4 persen |
Total volume seluruh kata kunci itu 335.390 pencarian per bulan, dan separuhnya disumbang hanya oleh 10 kata kunci teratas. Pola ini sejalan dengan temuan Ahrefs di database Amerika Serikat, di mana kata kunci dengan kurang dari 10 pencarian per bulan mencakup hampir 93 persen seluruh kata kunci.
Apa artinya untuk Anda? Kata kunci short tail seperti “seo” (10.000 pencarian per bulan) memang menggiurkan, tetapi persaingannya paling berat dan niatnya kabur: orang yang mengetik “seo” bisa mahasiswa, pemilik toko, atau pencari kerja. Kata kunci long tail lebih kecil, tetapi niatnya jelas dan jumlahnya ribuan. Situs baru hampir selalu lebih cepat mendapat trafik dari kumpulan long tail yang dijawab dengan baik daripada dari satu head keyword.
Cara kedua, dan menurut kami yang lebih penting, adalah mengelompokkan kata kunci dari niat di baliknya. Ahrefs memakai empat kategori yang sekarang menjadi standar industri.
| Niat | Yang dicari orang | Contoh kata kunci | Halaman yang cocok |
|---|---|---|---|
| Informasional | Jawaban atau penjelasan | “kata kunci adalah”, “apa itu seo” | Artikel panduan, glosarium |
| Navigasional | Situs atau merek tertentu | “google bisnisku login” | Halaman beranda atau login merek itu |
| Komersial | Perbandingan sebelum memutuskan | “jasa seo terbaik”, “best seo tools” | Halaman perbandingan, ulasan, halaman jasa |
| Transaksional | Siap membeli atau mendaftar | “harga jasa seo”, “daftar google bisnisku” | Halaman harga, formulir, halaman produk |
Di database kami, 4.109 kata kunci berniat informasional, 1.223 komersial, dan 25 navigasional. Proporsi ini wajar untuk topik SEO: jauh lebih banyak orang yang sedang belajar daripada yang sedang mencari penyedia jasa.
Ada sinyal sederhana untuk menebak niat tanpa tool, yaitu biaya per klik (CPC) di iklan. Pengiklan hanya mau membayar mahal untuk kata kunci yang menghasilkan pembeli. Di data kami, “jasa seo” punya CPC sekitar 0,45 dolar AS, sedangkan “apa itu seo” hanya 0,01 dolar AS. Angka itu memberi tahu bahwa orang yang mengetik “jasa seo” jauh lebih dekat ke keputusan membeli.
Hati-hati, satu kata kunci bisa memuat lebih dari satu niat. Ahrefs mencontohkan “best air fryer” yang sekaligus informasional, komersial, dan transaksional. Cara paling aman adalah membuka Google, mengetik kata kuncinya, lalu melihat jenis halaman apa yang menguasai halaman pertama. Kalau semuanya artikel panduan, halaman jasa Anda hampir mustahil masuk ke sana, sebagus apa pun optimasinya.
Setiap tool riset menampilkan angka di samping kata kunci. Empat yang paling sering dipakai adalah volume, keyword difficulty, traffic potential, dan CPC. Masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda.
Volume pencarian adalah perkiraan berapa kali kata kunci dicari per bulan. Ini angka rata-rata dan perkiraan, bukan hitungan pasti. Google Keyword Planner menampilkan rentang, dan kata kunci yang volumenya sangat rendah bahkan tidak bisa diperkirakan sama sekali menurut halaman bantuannya.
Keyword difficulty (KD) memperkirakan seberapa berat bersaing di halaman pertama, biasanya dari kekuatan tautan halaman yang sudah ada di sana. Skalanya 0 sampai 100 dan cara hitungnya berbeda antar tool, jadi jangan membandingkan KD Ahrefs dengan KD tool lain.
Traffic potential (TP) adalah angka yang paling sering diremehkan. Satu halaman yang menduduki posisi teratas jarang hanya mendapat trafik dari satu kata kunci, melainkan dari ratusan variasinya. Contohnya “cara mencari kata kunci”: volumenya hanya 150 per bulan, tetapi traffic potential-nya 13.000. Kata kunci yang tampak kecil ternyata pintu masuk ke topik yang besar.
CPC seperti dibahas di atas, adalah sinyal niat komersial. Untuk artikel informasional, CPC tidak terlalu penting. Untuk halaman jasa, CPC yang tinggi menandakan kata kunci yang layak diperjuangkan.
Banyak kebiasaan lama soal kata kunci yang sebenarnya sudah lama tidak relevan. Berikut yang dinyatakan Google Search Central secara tertulis, bukan kata orang.
Pertama, tag meta keywords tidak dipakai. Panduan SEO dasar Google menyatakannya dengan jelas. Mengisinya tidak merugikan, tetapi juga tidak membantu. Energi itu lebih baik dipakai untuk menulis meta description yang membuat orang mengklik.
Kedua, penjejalan kata kunci adalah spam. Kebijakan spam Google mendefinisikannya sebagai mengisi halaman dengan kata kunci atau angka untuk memanipulasi peringkat, misalnya daftar kota yang ditargetkan tanpa nilai tambah atau pengulangan frasa sampai tidak wajar. Halaman yang terkena kebijakan ini bisa turun peringkat atau hilang dari hasil pencarian.
Ketiga, tidak ada jumlah kata atau kepadatan kata kunci yang ideal. Google menyatakan panjang konten sendiri tidak berpengaruh pada peringkat. Yang disarankan justru menulis dengan variasi kata, karena itu membuat halaman relevan untuk lebih banyak kueri.
Keempat, kata kunci di nama domain hampir tidak berpengaruh. Google menulis bahwa kata kunci di domain atau jalur URL hampir tidak ada pengaruhnya pada peringkat.
Lalu di mana kata kunci sebaiknya ditaruh? Di tempat yang wajar bagi pembaca: judul halaman, paragraf pembuka, minimal satu subjudul, teks alt gambar bila relevan, dan anchor text tautan internal dari halaman lain. Selebihnya, tulis untuk manusia. Ini juga yang membedakan pekerjaan SEO sungguhan dari sekadar menaruh kata di artikel, seperti kami bahas di cara kerja SEO dari crawling sampai peringkat.
Setelah memahami jenis dan angkanya, pertanyaan praktisnya: kata kunci mana yang dikerjakan lebih dulu? Kami memakai lima pertanyaan saringan sebelum sebuah kata kunci masuk rencana konten.
Setelah daftar kata kunci tersaring, pantau hasilnya lewat laporan performa Google Search Console. Di sana Anda melihat kueri apa yang benar-benar memunculkan halaman Anda, dan sering kali kueri itu berbeda dari kata kunci yang Anda rencanakan. Data inilah yang paling jujur untuk memperbaiki strategi.
Kalau situs Anda sudah punya banyak halaman dan tidak jelas halaman mana menarget kata kunci apa, pemetaan ulang biasanya jadi langkah pertama dalam audit SEO. Pemetaan itu juga menentukan artikel apa yang perlu ditulis berikutnya, sesuatu yang kami kerjakan di layanan SEO konten.
Beberapa kesalahan berulang yang paling sering kami temukan saat meninjau situs:
Kata kunci juga berlaku untuk iklan berbayar, tetapi cara memakainya berbeda. Di iklan Anda membayar per klik untuk tampil, di SEO Anda membangun halaman yang layak tampil. Perbedaan keduanya kami uraikan di SEO dan SEM.
Kata kunci adalah kata atau frasa yang diketik orang di mesin pencari ketika mencari informasi, produk, atau jasa. Dalam SEO, kata kunci dipakai sebagai patokan untuk memahami apa yang dicari calon pembaca, lalu membuat halaman yang menjawab kebutuhan itu. Satu halaman yang baik biasanya menarget satu kata kunci utama beserta variasinya, bukan satu kata yang diulang terus.
Short tail atau head keyword adalah kata kunci bervolume besar dan bermakna luas, misalnya seo. Long tail keyword adalah kata kunci bervolume kecil yang lebih spesifik, misalnya cara riset kata kunci untuk toko online. Ahrefs menegaskan patokannya adalah volume pencarian, bukan jumlah kata, karena ada kata kunci satu kata yang volumenya kecil dan kata kunci lima kata yang volumenya ratusan ribu.
Umumnya ada empat: informasional (mencari jawaban), navigasional (mencari situs tertentu), komersial (membandingkan sebelum membeli), dan transaksional (siap membeli atau mendaftar). Satu kata kunci bisa memuat lebih dari satu niat, jadi cara paling aman adalah melihat jenis halaman yang sudah muncul di halaman pertama Google untuk kata kunci itu.
Tidak. Google menyebut pengulangan kata atau frasa yang sama sampai terdengar tidak wajar sebagai penjejalan kata kunci, dan itu termasuk pelanggaran kebijakan spam. Google juga menyatakan tidak ada jumlah kata ideal untuk peringkat. Taruh kata kunci utama di judul, paragraf pembuka, dan salah satu subjudul, lalu tulis secara wajar dengan sinonim dan variasi.
Tidak. Panduan SEO dasar dari Google Search Central menyatakan Google Penelusuran tidak menggunakan tag meta keywords. Mengisinya tidak membantu peringkat. Waktu Anda lebih berguna untuk menulis title tag dan meta description yang jelas, karena keduanya bisa tampil di hasil pencarian.
Tidak ada angka baku. Di database kata kunci seputar SEO milik kami, 66,4 persen dari 5.357 kata kunci hanya dicari 10 kali per bulan atau kurang. Artinya, menunggu kata kunci bervolume besar akan membuat Anda kehabisan bahan. Yang lebih penting adalah kecocokan niat dengan bisnis Anda dan traffic potential, yaitu total trafik yang bisa didapat halaman teratas dari seluruh variasi kata kuncinya.
Hampir tidak. Google Search Central menyebut penggunaan kata kunci di nama domain atau jalur URL hampir tidak berpengaruh pada peringkat, selain membuat kata kunci muncul di breadcrumb. Pilih nama domain yang mudah diingat untuk bisnis Anda, lalu fokus pada isi halaman.
Ceritakan situs Anda lewat WhatsApp, lalu kami jadwalkan sesi diagnosis gratis 60 sampai 90 menit untuk menentukan bagian mana yang paling layak dibenahi lebih dulu.
Lanjut baca