
Riset keyword
Kata kunci adalah: pengertian, jenis, dan cara menilainya untuk SEO
Pengertian kata kunci dalam SEO, jenisnya menurut volume dan niat pencarian, empat angka untuk menilainya, dan cara Google memperlakukan kata kunci di halaman Anda.
SEO difficulty, atau keyword difficulty (KD), adalah skor 0 sampai 100 yang memperkirakan seberapa berat sebuah kata kunci ditembus ke halaman pertama Google. Panduan ini menjelaskan cara Ahrefs dan Semrush menghitungnya menurut dokumentasi resmi mereka, kenapa angka antar-alat berbeda, beda skor ini dengan kolom Competition di Google Keyword Planner, dan cara memeriksa sendiri hasil pencarian sebelum memutuskan kata kunci mana yang dikejar.

Anda sudah punya daftar kata kunci dari riset, lengkap dengan volume pencarian. Lalu muncul satu kolom lagi di alat SEO: SEO difficulty, atau keyword difficulty, berisi angka 0 sampai 100. Angka ini sering jadi penentu utama keputusan menulis, padahal banyak pemilik usaha belum tahu apa yang sebenarnya dihitung di baliknya.
Artikel ini menjelaskan arti skor itu dengan merujuk langsung ke dokumentasi resmi Ahrefs dan Semrush, menunjukkan kenapa angkanya bisa sangat berbeda antar-alat, membedakannya dari kolom Competition di Google Keyword Planner, lalu memberi cara memeriksa kesulitan secara manual. Kalau Anda belum pernah melakukan riset kata kunci, mulai dulu dari panduan cara mencari kata kunci dan pengertian dasar kata kunci.
SEO difficulty adalah perkiraan seberapa berat sebuah halaman bisa masuk halaman pertama Google untuk satu kata kunci. Di alat riset, istilah yang dipakai biasanya Keyword Difficulty atau KD. Ahrefs mendefinisikannya sebagai metrik SEO yang memperkirakan seberapa sulit meraih halaman pertama Google untuk kata kunci tertentu, diukur dalam skala 0 sampai 100, dengan 100 sebagai yang paling sulit.
Ada dua makna yang sering tercampur. Yang pertama adalah angka di satu alat tertentu, misalnya KD di Ahrefs atau KD% di Semrush. Yang kedua adalah konsep kesulitan ranking secara umum, yaitu semua hal yang membuat sebuah kata kunci berat ditembus. Ahrefs sendiri mencatat bahwa ketika praktisi SEO menyebut keyword difficulty, kadang yang dimaksud adalah konsep yang lebih luas ini, bukan angka di alat tertentu.
Pembedaan ini penting. Angka di alat berguna untuk menyaring ratusan kata kunci dengan cepat. Konsep kesulitan secara utuh baru bisa dinilai setelah Anda membuka hasil pencariannya sendiri. Bagian selanjutnya membahas keduanya secara berurutan.
Dua alat yang paling sering dipakai di Indonesia adalah Ahrefs dan Semrush. Keduanya memakai skala yang sama, tetapi bahan hitungnya berbeda.
Ahrefs menjelaskan metodenya dengan sederhana: mereka mengambil 10 halaman teratas untuk kata kunci Anda, lalu melihat berapa banyak situs yang menautkan ke masing-masing halaman. Makin banyak tautan yang dimiliki halaman teratas, makin tinggi skor KD. Ahrefs menyebut skornya absolut, artinya menggambarkan seberapa sulit bagi situs rata-rata, bukan bagi situs Anda.
Ahrefs juga memberi patokan kasar di blognya. KD 0 sampai 5 berarti halaman teratas nyaris tidak punya backlink. KD sekitar 50 berarti halaman teratas punya beberapa ratus backlink. KD 90 ke atas berarti halaman teratas punya ribuan backlink. Kalau istilah backlink masih asing, baca dulu apa itu backlink.
Semrush memakai rumus yang lebih banyak bahannya. Menurut Knowledge Base mereka, KD% mengukur usaha SEO yang dibutuhkan agar konten ranking organik di 10 besar Google. Hitungannya didasarkan pada beberapa faktor, antara lain median jumlah domain perujuk ke URL yang sedang ranking, median rasio tautan dofollow dan nofollow, median Authority Score domain yang ranking, dan sifat hasil pencarian kata kunci itu sendiri.
Tabel berikut merangkum perbedaannya, berdasarkan dokumentasi resmi masing-masing.
| Hal | Ahrefs (KD) | Semrush (KD%) |
|---|---|---|
| Skala | 0 sampai 100 | Persentase 0 sampai 100 |
| Yang dilihat | 10 halaman teratas untuk kata kunci itu | URL yang sedang ranking di 10 besar |
| Bahan utama | Jumlah situs yang menautkan ke tiap halaman teratas | Median domain perujuk, rasio dofollow dan nofollow, median Authority Score, sifat hasil pencarian |
| Memperhitungkan situs Anda? | Tidak, skor absolut untuk situs rata-rata | Tidak disebut di definisi KD% |
| Sumber | Blog resmi Ahrefs | Knowledge Base Semrush |
Kalau Anda pernah mengecek satu kata kunci di dua alat lalu mendapat dua angka yang jauh berbeda, itu wajar. Ahrefs menulis bahwa hampir semua alat riset kata kunci memakai skala 0 sampai 100, tetapi masing-masing menghitungnya dengan cara berbeda. Contoh di blog mereka menunjukkan kata kunci “best backpack” bernilai 42 di Ahrefs, 47 di Moz, 79 di Semrush, dan 50 di KWFinder.
Penyebabnya ada dua. Pertama, rumusnya berbeda: Ahrefs hanya melihat tautan, sementara Semrush menggabungkan beberapa faktor. Kedua, data tautannya berbeda: tiap alat merayapi web dengan robotnya sendiri, sehingga jumlah backlink yang mereka temukan untuk halaman yang sama tidak pernah persis sama.
Akibat praktisnya sederhana. Pilih satu alat sebagai patokan, lalu bandingkan kata kunci di dalam alat itu saja. Kata kunci KD 30 di Ahrefs dan KD 30 di Semrush tidak bisa dianggap setara. Angka paling berguna saat dipakai relatif: kata kunci A lebih ringan dari kata kunci B di alat yang sama. Daftar alat yang biasa dipakai bisa Anda lihat di panduan SEO tools.
Banyak pemula membuka Google Keyword Planner karena gratis, lalu mengira kolom Competition di sana adalah skor kesulitan SEO. Keduanya berbeda.
Menurut Bantuan Google Ads, Competition adalah jumlah pengiklan yang tampil pada setiap kata kunci dibanding semua kata kunci di Google. Datanya khusus untuk lokasi dan jaringan penelusuran yang Anda pilih, dan ditampilkan sebagai rendah, sedang, atau tinggi. Artinya kolom ini menggambarkan persaingan iklan berbayar, bukan seberapa berat bersaing di hasil organik.
Kata kunci dengan Competition tinggi bisa saja mudah di hasil organik, dan sebaliknya. Kolom itu tetap berguna sebagai petunjuk nilai komersial: kalau banyak pengiklan mau membayar, kemungkinan kata kunci itu dekat dengan transaksi. Tetapi untuk menilai beratnya SEO, pakai skor dari alat SEO dan pemeriksaan manual di bagian berikutnya. Perbedaan dasar iklan berbayar dan SEO dibahas di artikel SEO vs SEM.
| Metrik | Mengukur apa | Skala | Dipakai untuk |
|---|---|---|---|
| KD di Ahrefs | Kekuatan tautan 10 halaman teratas | 0 sampai 100 | Memperkirakan beratnya ranking organik |
| KD% di Semrush | Gabungan domain perujuk, rasio tautan, otoritas domain, sifat hasil pencarian | 0 sampai 100 | Memperkirakan usaha SEO ke 10 besar |
| Competition di Keyword Planner | Jumlah pengiklan yang tampil pada kata kunci | Rendah, sedang, tinggi | Menilai persaingan iklan berbayar |
Pertanyaan yang paling sering muncul: berapa KD yang aman untuk situs baru? Jawaban jujurnya, tidak ada angka tunggal.
Semrush memberi pembagian enam tingkat di Knowledge Base mereka. Pembagian ini membantu sebagai titik awal selama Anda memakai Semrush.
| KD% Semrush | Label resmi | Yang dibutuhkan menurut Semrush |
|---|---|---|
| 0 sampai 14 | Very easy | Peluang terbaik untuk halaman baru yang ingin cepat ranking |
| 15 sampai 29 | Easy | Ada persaingan, tetapi masih bisa dicapai domain baru dengan konten yang sesuai niat pencarian |
| 30 sampai 49 | Possible | Konten berkualitas, terstruktur, dan teroptimasi untuk kata kunci target |
| 50 sampai 69 | Difficult | Beberapa backlink berkualitas ditambah konten yang terstruktur dan teroptimasi |
| 70 sampai 84 | Hard | Banyak usaha untuk mendapat backlink yang lebih berkualitas, didukung konten unik |
| 85 sampai 100 | Very hard | Usaha besar di konten, link building, on-page SEO, dan promosi konten |
Ahrefs tidak memberi tabel serupa. Menurut mereka, jawabannya tergantung otoritas situs Anda, kredibilitas Anda di bidang itu, kemampuan mendapat backlink, dan kemampuan memenuhi niat pencarian. Ahrefs juga menyarankan latihan sederhana: lihat skor KD dari kata kunci yang sudah membuat situs Anda ranking. Angka itu memberi patokan seberapa berat kata kunci yang selama ini bisa Anda tembus.
Untuk situs yang baru berjalan dan belum punya banyak tautan, pendekatan yang masuk akal adalah memulai dari kata kunci berskor rendah yang sangat spesifik, lalu naik perlahan. Kata kunci berskor tinggi tetap dicatat sebagai target jangka panjang. Cara menyusun urutan ini dibahas di strategi SEO.
Skor kesulitan hampir seluruhnya berbasis tautan. Itu masuk akal, karena Ahrefs mencatat Google masih memakai sinyal berbasis tautan seperti PageRank. Tetapi tautan hanyalah salah satu dari banyak faktor ranking, dan Ahrefs sendiri menyebut bahwa untuk menilai peluang dengan benar Anda perlu menganalisis hasil pencarian lebih jauh.
Beberapa hal yang tidak tertangkap skor:
Pemeriksaan manual tidak butuh alat berbayar. Yang Anda perlukan hanya Google, sekitar 15 menit per kata kunci, dan catatan sederhana.
Untuk mengecek tautan yang dimiliki halaman pesaing, Anda bisa memakai alat cek backlink gratis yang dibahas di Ahrefs backlink. Untuk melihat posisi halaman Anda sendiri setelah terbit, gunakan Google Search Console atau alat cek peringkat.
Setelah memahami arti skor dan batasnya, berikut cara memakainya dalam rencana konten sehari-hari.
Gabungkan dengan volume dan nilai bisnis. Kata kunci berskor rendah tetapi tidak pernah dicari tidak membawa pengunjung. Kata kunci bervolume besar tetapi jauh dari layanan Anda juga kurang bernilai. Prioritas terbaik biasanya kata kunci yang relevan dengan usaha Anda, volumenya cukup, dan kesulitannya masih terjangkau.
Bangun klaster dari yang ringan. Tulis beberapa artikel turunan yang mudah lebih dulu, lalu tautkan ke satu halaman utama untuk kata kunci yang lebih berat. Pola ini membantu situs membangun kedalaman topik. Panduan menulis tiap artikelnya ada di artikel SEO, dan penataan elemen di halamannya di SEO on page.
Rencanakan tautan untuk kata kunci berat. Karena skor kesulitan hampir selalu berbasis backlink, kata kunci di atas tingkat menengah biasanya butuh dukungan tautan dari situs lain. Pelajari jalurnya di SEO off page dan backlink gratis.
Jangan menyerah pada kata kunci penting. Ahrefs menulis bahwa sebagian kata kunci KD 70 ke atas yang mereka tempati butuh empat sampai lima kali penulisan ulang, banyak promosi, dan bertahun-tahun kesabaran. Mereka menyarankan agar kata kunci yang benar-benar Anda inginkan mulai dikejar lebih awal.
Ukur hasilnya. Setelah artikel terbit beberapa minggu, cek tayangan dan posisinya. Metrik yang perlu dipantau dijelaskan di SEO metrics, dan cara membaca kondisi situs secara menyeluruh ada di SEO analysis.
Beberapa kesalahan berikut sering membuat rencana konten meleset:
SEO difficulty adalah alat bantu menyaring, bukan vonis. Skor di Ahrefs dan Semrush sama-sama berskala 0 sampai 100, tetapi dihitung dengan bahan berbeda, jadi bandingkan kata kunci hanya di dalam satu alat. Kolom Competition di Keyword Planner mengukur persaingan iklan dan tidak bisa dipakai sebagai pengganti.
Keputusan akhir tetap datang dari membuka 10 hasil teratas dan menilai jujur apakah situs Anda bisa membuat halaman yang lebih berguna. Mulailah dari kata kunci yang ringan dan relevan, bangun kedalaman topik, lalu dekati kata kunci yang berat dengan konten dan tautan yang lebih kuat. Bila Anda baru memulai, panduan belajar SEO dan apa itu SEO membantu menyusun dasar-dasarnya.
SEO difficulty, sering juga disebut keyword difficulty atau KD, adalah skor yang memperkirakan seberapa berat sebuah halaman bisa masuk 10 besar hasil Google untuk satu kata kunci. Alat seperti Ahrefs dan Semrush menampilkannya dalam skala 0 sampai 100. Makin tinggi angkanya, makin besar usaha yang diperkirakan, terutama dalam hal tautan dari situs lain.
Menurut blog resmi Ahrefs, mereka mengambil 10 halaman teratas untuk kata kunci itu lalu melihat berapa banyak situs yang menautkan ke masing-masing halaman. Makin banyak tautan yang dimiliki halaman teratas, makin tinggi skor KD. Ahrefs menyebut skornya absolut, artinya tidak memperhitungkan kekuatan situs Anda sendiri.
Knowledge Base Semrush menyebut KD% dihitung dari beberapa faktor, antara lain median jumlah domain perujuk ke URL yang sedang ranking, median rasio tautan dofollow dan nofollow, median Authority Score domain yang ranking, dan sifat hasil pencarian kata kunci itu sendiri. Hasilnya berupa persentase 0 sampai 100.
Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua situs. Semrush menggolongkan 0 sampai 14 sebagai sangat mudah dan 15 sampai 29 sebagai mudah, dan menyebut rentang 15 sampai 29 masih bisa dicapai domain baru dengan konten yang sesuai niat pencarian. Ahrefs menekankan bahwa jawabannya tergantung otoritas situs, kemampuan mendapat tautan, dan kemampuan memenuhi niat pencarian.
Karena tiap alat memakai rumus dan data tautan sendiri. Ahrefs menulis bahwa hampir semua alat memakai skala 0 sampai 100, tetapi cara hitungnya berbeda, dan contoh di blog mereka menunjukkan satu kata kunci bisa bernilai 72 di Ahrefs, 63 di Moz, dan 68 di Semrush. Karena itu bandingkan kata kunci dengan alat yang sama, jangan mencampur angka dari alat berbeda.
Tidak. Menurut Bantuan Google Ads, Competition adalah jumlah pengiklan yang tampil pada kata kunci itu dibanding semua kata kunci di Google, ditampilkan sebagai rendah, sedang, atau tinggi. Angka itu menggambarkan persaingan iklan berbayar, bukan beratnya bersaing di hasil organik.
Ketik kata kuncinya di Google lalu periksa 10 hasil teratas: jenis halamannya, siapa pemiliknya, seberapa baru isinya, dan apakah ada situs kecil atau forum yang ikut ranking. Bila hasil teratas dikuasai situs besar dengan konten yang sangat lengkap, kata kunci itu berat. Bila ada situs sekelas Anda yang ikut tampil, peluangnya terbuka.
Tidak selalu. Ahrefs sendiri menulis bahwa sebagian kata kunci KD 70 ke atas yang mereka tempati butuh empat sampai lima kali penulisan ulang, banyak promosi, dan bertahun-tahun kesabaran, dan menyarankan agar kata kunci penting tetap dikejar lebih awal. Untuk situs baru, kata kunci KD tinggi lebih cocok jadi target jangka panjang sambil membangun artikel turunan yang lebih mudah.
Ceritakan situs Anda lewat WhatsApp, lalu kami jadwalkan sesi diagnosis gratis 60 sampai 90 menit untuk menentukan bagian mana yang paling layak dibenahi lebih dulu.