Riset keyword

SEO difficulty: arti skor kesulitan keyword dan cara membacanya

SEO difficulty, atau keyword difficulty (KD), adalah skor 0 sampai 100 yang memperkirakan seberapa berat sebuah kata kunci ditembus ke halaman pertama Google. Panduan ini menjelaskan cara Ahrefs dan Semrush menghitungnya menurut dokumentasi resmi mereka, kenapa angka antar-alat berbeda, beda skor ini dengan kolom Competition di Google Keyword Planner, dan cara memeriksa sendiri hasil pencarian sebelum memutuskan kata kunci mana yang dikejar.

12 menit baca

Tangkapan layar halaman blog Ahrefs berjudul Keyword Difficulty: How to Estimate Your Chances to Rank, dengan nama penulis Tim Soulo, tanggal pembaruan 15 Desember 2025, daftar isi, dan kalimat pembuka bahwa alat seperti Ahrefs memberi skor kesulitan 0 sampai 100
Tangkapan layar Keyword Difficulty: How to Estimate Your Chances to Rank, Ahrefs Blog, diambil 28 Oktober 2026
Daftar isi

Anda sudah punya daftar kata kunci dari riset, lengkap dengan volume pencarian. Lalu muncul satu kolom lagi di alat SEO: SEO difficulty, atau keyword difficulty, berisi angka 0 sampai 100. Angka ini sering jadi penentu utama keputusan menulis, padahal banyak pemilik usaha belum tahu apa yang sebenarnya dihitung di baliknya.

Artikel ini menjelaskan arti skor itu dengan merujuk langsung ke dokumentasi resmi Ahrefs dan Semrush, menunjukkan kenapa angkanya bisa sangat berbeda antar-alat, membedakannya dari kolom Competition di Google Keyword Planner, lalu memberi cara memeriksa kesulitan secara manual. Kalau Anda belum pernah melakukan riset kata kunci, mulai dulu dari panduan cara mencari kata kunci dan pengertian dasar kata kunci.

Apa itu SEO difficulty

SEO difficulty adalah perkiraan seberapa berat sebuah halaman bisa masuk halaman pertama Google untuk satu kata kunci. Di alat riset, istilah yang dipakai biasanya Keyword Difficulty atau KD. Ahrefs mendefinisikannya sebagai metrik SEO yang memperkirakan seberapa sulit meraih halaman pertama Google untuk kata kunci tertentu, diukur dalam skala 0 sampai 100, dengan 100 sebagai yang paling sulit.

Ada dua makna yang sering tercampur. Yang pertama adalah angka di satu alat tertentu, misalnya KD di Ahrefs atau KD% di Semrush. Yang kedua adalah konsep kesulitan ranking secara umum, yaitu semua hal yang membuat sebuah kata kunci berat ditembus. Ahrefs sendiri mencatat bahwa ketika praktisi SEO menyebut keyword difficulty, kadang yang dimaksud adalah konsep yang lebih luas ini, bukan angka di alat tertentu.

Pembedaan ini penting. Angka di alat berguna untuk menyaring ratusan kata kunci dengan cepat. Konsep kesulitan secara utuh baru bisa dinilai setelah Anda membuka hasil pencariannya sendiri. Bagian selanjutnya membahas keduanya secara berurutan.

Cara Ahrefs dan Semrush menghitung skor kesulitan

Dua alat yang paling sering dipakai di Indonesia adalah Ahrefs dan Semrush. Keduanya memakai skala yang sama, tetapi bahan hitungnya berbeda.

Ahrefs menjelaskan metodenya dengan sederhana: mereka mengambil 10 halaman teratas untuk kata kunci Anda, lalu melihat berapa banyak situs yang menautkan ke masing-masing halaman. Makin banyak tautan yang dimiliki halaman teratas, makin tinggi skor KD. Ahrefs menyebut skornya absolut, artinya menggambarkan seberapa sulit bagi situs rata-rata, bukan bagi situs Anda.

Ahrefs juga memberi patokan kasar di blognya. KD 0 sampai 5 berarti halaman teratas nyaris tidak punya backlink. KD sekitar 50 berarti halaman teratas punya beberapa ratus backlink. KD 90 ke atas berarti halaman teratas punya ribuan backlink. Kalau istilah backlink masih asing, baca dulu apa itu backlink.

Tangkapan layar bagian Keyword Difficulty as a metric di blog Ahrefs, berisi tabel contoh skor kesulitan tiga kata kunci di Ahrefs, Moz, Semrush, dan KWFinder, lalu subjudul How we calculate Keyword Difficulty at Ahrefs
Bagian blog Ahrefs yang menunjukkan bahwa satu kata kunci bisa mendapat skor berbeda di tiap alat, diikuti penjelasan cara Ahrefs menghitung KD dari tautan ke 10 halaman teratas. Sumber: tangkapan layar Ahrefs Blog, diambil 28 Oktober 2026.

Semrush memakai rumus yang lebih banyak bahannya. Menurut Knowledge Base mereka, KD% mengukur usaha SEO yang dibutuhkan agar konten ranking organik di 10 besar Google. Hitungannya didasarkan pada beberapa faktor, antara lain median jumlah domain perujuk ke URL yang sedang ranking, median rasio tautan dofollow dan nofollow, median Authority Score domain yang ranking, dan sifat hasil pencarian kata kunci itu sendiri.

Tangkapan layar halaman Knowledge Base Semrush berjudul What is KD%, berisi definisi keyword difficulty, faktor perhitungannya, dan daftar tingkat kesulitan mulai 0-14 Very easy, 15-29 Easy, 30-49 Possible, dan 50-69 Difficult
Definisi resmi KD% di Semrush beserta faktor perhitungan dan pembagian tingkat kesulitannya. Sumber: tangkapan layar Semrush Knowledge Base, diambil 28 Oktober 2026.

Tabel berikut merangkum perbedaannya, berdasarkan dokumentasi resmi masing-masing.

Hal Ahrefs (KD) Semrush (KD%)
Skala 0 sampai 100 Persentase 0 sampai 100
Yang dilihat 10 halaman teratas untuk kata kunci itu URL yang sedang ranking di 10 besar
Bahan utama Jumlah situs yang menautkan ke tiap halaman teratas Median domain perujuk, rasio dofollow dan nofollow, median Authority Score, sifat hasil pencarian
Memperhitungkan situs Anda? Tidak, skor absolut untuk situs rata-rata Tidak disebut di definisi KD%
Sumber Blog resmi Ahrefs Knowledge Base Semrush

Kenapa skor tiap alat berbeda

Kalau Anda pernah mengecek satu kata kunci di dua alat lalu mendapat dua angka yang jauh berbeda, itu wajar. Ahrefs menulis bahwa hampir semua alat riset kata kunci memakai skala 0 sampai 100, tetapi masing-masing menghitungnya dengan cara berbeda. Contoh di blog mereka menunjukkan kata kunci “best backpack” bernilai 42 di Ahrefs, 47 di Moz, 79 di Semrush, dan 50 di KWFinder.

Penyebabnya ada dua. Pertama, rumusnya berbeda: Ahrefs hanya melihat tautan, sementara Semrush menggabungkan beberapa faktor. Kedua, data tautannya berbeda: tiap alat merayapi web dengan robotnya sendiri, sehingga jumlah backlink yang mereka temukan untuk halaman yang sama tidak pernah persis sama.

Akibat praktisnya sederhana. Pilih satu alat sebagai patokan, lalu bandingkan kata kunci di dalam alat itu saja. Kata kunci KD 30 di Ahrefs dan KD 30 di Semrush tidak bisa dianggap setara. Angka paling berguna saat dipakai relatif: kata kunci A lebih ringan dari kata kunci B di alat yang sama. Daftar alat yang biasa dipakai bisa Anda lihat di panduan SEO tools.

Bedanya dengan Competition di Google Keyword Planner

Banyak pemula membuka Google Keyword Planner karena gratis, lalu mengira kolom Competition di sana adalah skor kesulitan SEO. Keduanya berbeda.

Menurut Bantuan Google Ads, Competition adalah jumlah pengiklan yang tampil pada setiap kata kunci dibanding semua kata kunci di Google. Datanya khusus untuk lokasi dan jaringan penelusuran yang Anda pilih, dan ditampilkan sebagai rendah, sedang, atau tinggi. Artinya kolom ini menggambarkan persaingan iklan berbayar, bukan seberapa berat bersaing di hasil organik.

Tangkapan layar halaman Bantuan Google Ads About Keyword Planner forecasts dengan bagian What your historical metrics mean terbuka, berisi definisi Average monthly searches, Competition, Top of page bid, dan Organic impression share
Definisi resmi kolom Competition di Keyword Planner: jumlah pengiklan yang tampil pada kata kunci, dengan nilai rendah, sedang, atau tinggi. Sumber: tangkapan layar Bantuan Google Ads, diambil 28 Oktober 2026.

Kata kunci dengan Competition tinggi bisa saja mudah di hasil organik, dan sebaliknya. Kolom itu tetap berguna sebagai petunjuk nilai komersial: kalau banyak pengiklan mau membayar, kemungkinan kata kunci itu dekat dengan transaksi. Tetapi untuk menilai beratnya SEO, pakai skor dari alat SEO dan pemeriksaan manual di bagian berikutnya. Perbedaan dasar iklan berbayar dan SEO dibahas di artikel SEO vs SEM.

Metrik Mengukur apa Skala Dipakai untuk
KD di Ahrefs Kekuatan tautan 10 halaman teratas 0 sampai 100 Memperkirakan beratnya ranking organik
KD% di Semrush Gabungan domain perujuk, rasio tautan, otoritas domain, sifat hasil pencarian 0 sampai 100 Memperkirakan usaha SEO ke 10 besar
Competition di Keyword Planner Jumlah pengiklan yang tampil pada kata kunci Rendah, sedang, tinggi Menilai persaingan iklan berbayar

Skor berapa yang realistis untuk situs Anda

Pertanyaan yang paling sering muncul: berapa KD yang aman untuk situs baru? Jawaban jujurnya, tidak ada angka tunggal.

Semrush memberi pembagian enam tingkat di Knowledge Base mereka. Pembagian ini membantu sebagai titik awal selama Anda memakai Semrush.

KD% Semrush Label resmi Yang dibutuhkan menurut Semrush
0 sampai 14 Very easy Peluang terbaik untuk halaman baru yang ingin cepat ranking
15 sampai 29 Easy Ada persaingan, tetapi masih bisa dicapai domain baru dengan konten yang sesuai niat pencarian
30 sampai 49 Possible Konten berkualitas, terstruktur, dan teroptimasi untuk kata kunci target
50 sampai 69 Difficult Beberapa backlink berkualitas ditambah konten yang terstruktur dan teroptimasi
70 sampai 84 Hard Banyak usaha untuk mendapat backlink yang lebih berkualitas, didukung konten unik
85 sampai 100 Very hard Usaha besar di konten, link building, on-page SEO, dan promosi konten

Ahrefs tidak memberi tabel serupa. Menurut mereka, jawabannya tergantung otoritas situs Anda, kredibilitas Anda di bidang itu, kemampuan mendapat backlink, dan kemampuan memenuhi niat pencarian. Ahrefs juga menyarankan latihan sederhana: lihat skor KD dari kata kunci yang sudah membuat situs Anda ranking. Angka itu memberi patokan seberapa berat kata kunci yang selama ini bisa Anda tembus.

Tangkapan layar bagian What is a good Keyword Difficulty to target di blog Ahrefs, berisi jawaban it depends dengan daftar otoritas situs, kredibilitas, kemampuan mendapat backlink, dan kemampuan memenuhi niat pencarian, lalu saran melihat skor KD kata kunci yang sudah ranking lewat laporan Organic keywords
Jawaban Ahrefs untuk pertanyaan skor KD berapa yang bagus: tergantung otoritas, kredibilitas, kemampuan mendapat backlink, dan kemampuan memenuhi niat pencarian. Sumber: tangkapan layar Ahrefs Blog, diambil 28 Oktober 2026.

Untuk situs yang baru berjalan dan belum punya banyak tautan, pendekatan yang masuk akal adalah memulai dari kata kunci berskor rendah yang sangat spesifik, lalu naik perlahan. Kata kunci berskor tinggi tetap dicatat sebagai target jangka panjang. Cara menyusun urutan ini dibahas di strategi SEO.

Yang tidak terbaca oleh skor

Skor kesulitan hampir seluruhnya berbasis tautan. Itu masuk akal, karena Ahrefs mencatat Google masih memakai sinyal berbasis tautan seperti PageRank. Tetapi tautan hanyalah salah satu dari banyak faktor ranking, dan Ahrefs sendiri menyebut bahwa untuk menilai peluang dengan benar Anda perlu menganalisis hasil pencarian lebih jauh.

Diagram dua kartu: kartu oranye berjudul kekuatan tautan halaman 10 besar berisi hal yang masuk hitungan alat, dan kartu putih berjudul hal yang tidak terbaca skor berisi niat pencarian, mutu dan kesegaran konten, otoritas situs sendiri, dan kemampuan mendapat tautan
Ilustrasi konsep: bahan yang dihitung alat (kiri) dan hal yang tetap harus Anda nilai sendiri (kanan), diringkas dari dokumentasi Ahrefs dan Semrush.

Beberapa hal yang tidak tertangkap skor:

  • Niat pencarian. Ahrefs memberi contoh kata kunci “backlink checker”. Sekitar 60 persen halaman teratasnya adalah alat cek backlink gratis, sehingga halaman artikel atau halaman penawaran sulit menembusnya. Halaman Ahrefs untuk kata kunci itu tidak pernah naik di atas posisi 8 sampai mereka mengubahnya menjadi alat gratis, lalu naik ke posisi 1.
  • Kesegaran konten. Hasil teratas yang lama tidak diperbarui bisa lebih mudah disalip, walau tautannya banyak.
  • Situs kecil di antara raksasa. Kalau ada forum atau blog kecil ikut ranking, itu tanda hasil teratas belum memenuhi niat pencari dengan sempurna.
  • Mutu isi. Ahrefs menyebut situs besar kadang ranking hanya karena kekuatan domainnya, walau isinya tipis.
  • Kekuatan situs Anda. Skor dibuat untuk situs rata-rata. Situs dengan topik yang sudah kuat bisa merasakan kesulitan yang lebih ringan dari angka di alat.

Cara menilai kesulitan secara manual

Pemeriksaan manual tidak butuh alat berbayar. Yang Anda perlukan hanya Google, sekitar 15 menit per kata kunci, dan catatan sederhana.

Diagram empat kartu berurutan: catat skor dari satu alat, buka 10 hasil teratas, bandingkan dengan situs Anda, dan putuskan, dengan kartu putuskan disorot oranye
Ilustrasi konsep: empat langkah membaca SEO difficulty sebelum memutuskan menulis artikel.
  1. Catat skor dari satu alat. Pakai alat yang sama untuk seluruh daftar supaya angkanya bisa dibandingkan. Bila tidak punya akses alat berbayar, lewati langkah ini dan lanjut ke pemeriksaan hasil pencarian.
  2. Buka 10 hasil teratas. Ketik kata kuncinya di Google dengan jendela penyamaran. Catat jenis halaman yang muncul: artikel panduan, halaman produk, alat online, video, atau forum.
  3. Periksa siapa pemiliknya. Apakah semuanya situs besar dan media nasional, atau ada blog kecil dan situs usaha seukuran Anda?
  4. Periksa umur dan kedalaman isi. Buka tiga hasil teratas. Lihat tanggal pembaruan, kelengkapan, dan apakah jawabannya benar-benar memenuhi pertanyaan pencari.
  5. Bandingkan dengan sumber daya Anda. Bisakah Anda membuat halaman yang lebih berguna dari hasil teratas, dalam format yang sama dengan yang disukai Google untuk kata kunci itu?
  6. Putuskan. Kejar sekarang, tunda sampai situs lebih kuat, atau pilih kata kunci turunan yang lebih spesifik dan lebih ringan.

Untuk mengecek tautan yang dimiliki halaman pesaing, Anda bisa memakai alat cek backlink gratis yang dibahas di Ahrefs backlink. Untuk melihat posisi halaman Anda sendiri setelah terbit, gunakan Google Search Console atau alat cek peringkat.

Memakai SEO difficulty saat memilih kata kunci

Setelah memahami arti skor dan batasnya, berikut cara memakainya dalam rencana konten sehari-hari.

Gabungkan dengan volume dan nilai bisnis. Kata kunci berskor rendah tetapi tidak pernah dicari tidak membawa pengunjung. Kata kunci bervolume besar tetapi jauh dari layanan Anda juga kurang bernilai. Prioritas terbaik biasanya kata kunci yang relevan dengan usaha Anda, volumenya cukup, dan kesulitannya masih terjangkau.

Bangun klaster dari yang ringan. Tulis beberapa artikel turunan yang mudah lebih dulu, lalu tautkan ke satu halaman utama untuk kata kunci yang lebih berat. Pola ini membantu situs membangun kedalaman topik. Panduan menulis tiap artikelnya ada di artikel SEO, dan penataan elemen di halamannya di SEO on page.

Rencanakan tautan untuk kata kunci berat. Karena skor kesulitan hampir selalu berbasis backlink, kata kunci di atas tingkat menengah biasanya butuh dukungan tautan dari situs lain. Pelajari jalurnya di SEO off page dan backlink gratis.

Jangan menyerah pada kata kunci penting. Ahrefs menulis bahwa sebagian kata kunci KD 70 ke atas yang mereka tempati butuh empat sampai lima kali penulisan ulang, banyak promosi, dan bertahun-tahun kesabaran. Mereka menyarankan agar kata kunci yang benar-benar Anda inginkan mulai dikejar lebih awal.

Ukur hasilnya. Setelah artikel terbit beberapa minggu, cek tayangan dan posisinya. Metrik yang perlu dipantau dijelaskan di SEO metrics, dan cara membaca kondisi situs secara menyeluruh ada di SEO analysis.

Kesalahan umum saat membaca skor kesulitan

Beberapa kesalahan berikut sering membuat rencana konten meleset:

  • Mencampur angka dari alat berbeda dalam satu tabel prioritas. Seperti dijelaskan di atas, skor antar-alat tidak setara.
  • Menganggap KD rendah pasti mudah. Skor rendah berarti halaman teratas punya sedikit tautan, tetapi niat pencarian bisa saja menuntut format yang tidak bisa Anda buat, misalnya alat online atau halaman produk.
  • Menganggap KD tinggi mustahil. Situs yang sudah kuat di satu topik sering bisa menembus kata kunci berskor tinggi di topik itu.
  • Memakai Competition Keyword Planner sebagai skor SEO. Kolom itu mengukur pengiklan, bukan hasil organik.
  • Tidak pernah membuka hasil pencarian. Ahrefs menutup panduannya dengan kesimpulan bahwa metrik yang bisa memprediksi peluang ranking dengan akurat tidak ada, sehingga keputusan yang tepat hanya bisa diambil dengan mempelajari hasil pencarian secara langsung.

Kesimpulan

SEO difficulty adalah alat bantu menyaring, bukan vonis. Skor di Ahrefs dan Semrush sama-sama berskala 0 sampai 100, tetapi dihitung dengan bahan berbeda, jadi bandingkan kata kunci hanya di dalam satu alat. Kolom Competition di Keyword Planner mengukur persaingan iklan dan tidak bisa dipakai sebagai pengganti.

Keputusan akhir tetap datang dari membuka 10 hasil teratas dan menilai jujur apakah situs Anda bisa membuat halaman yang lebih berguna. Mulailah dari kata kunci yang ringan dan relevan, bangun kedalaman topik, lalu dekati kata kunci yang berat dengan konten dan tautan yang lebih kuat. Bila Anda baru memulai, panduan belajar SEO dan apa itu SEO membantu menyusun dasar-dasarnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu SEO difficulty?

SEO difficulty, sering juga disebut keyword difficulty atau KD, adalah skor yang memperkirakan seberapa berat sebuah halaman bisa masuk 10 besar hasil Google untuk satu kata kunci. Alat seperti Ahrefs dan Semrush menampilkannya dalam skala 0 sampai 100. Makin tinggi angkanya, makin besar usaha yang diperkirakan, terutama dalam hal tautan dari situs lain.

Bagaimana Ahrefs menghitung keyword difficulty?

Menurut blog resmi Ahrefs, mereka mengambil 10 halaman teratas untuk kata kunci itu lalu melihat berapa banyak situs yang menautkan ke masing-masing halaman. Makin banyak tautan yang dimiliki halaman teratas, makin tinggi skor KD. Ahrefs menyebut skornya absolut, artinya tidak memperhitungkan kekuatan situs Anda sendiri.

Bagaimana Semrush menghitung KD%?

Knowledge Base Semrush menyebut KD% dihitung dari beberapa faktor, antara lain median jumlah domain perujuk ke URL yang sedang ranking, median rasio tautan dofollow dan nofollow, median Authority Score domain yang ranking, dan sifat hasil pencarian kata kunci itu sendiri. Hasilnya berupa persentase 0 sampai 100.

Berapa skor keyword difficulty yang bagus untuk situs baru?

Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua situs. Semrush menggolongkan 0 sampai 14 sebagai sangat mudah dan 15 sampai 29 sebagai mudah, dan menyebut rentang 15 sampai 29 masih bisa dicapai domain baru dengan konten yang sesuai niat pencarian. Ahrefs menekankan bahwa jawabannya tergantung otoritas situs, kemampuan mendapat tautan, dan kemampuan memenuhi niat pencarian.

Kenapa skor KD di Ahrefs, Semrush, dan Moz berbeda untuk kata kunci yang sama?

Karena tiap alat memakai rumus dan data tautan sendiri. Ahrefs menulis bahwa hampir semua alat memakai skala 0 sampai 100, tetapi cara hitungnya berbeda, dan contoh di blog mereka menunjukkan satu kata kunci bisa bernilai 72 di Ahrefs, 63 di Moz, dan 68 di Semrush. Karena itu bandingkan kata kunci dengan alat yang sama, jangan mencampur angka dari alat berbeda.

Apakah kolom Competition di Google Keyword Planner sama dengan SEO difficulty?

Tidak. Menurut Bantuan Google Ads, Competition adalah jumlah pengiklan yang tampil pada kata kunci itu dibanding semua kata kunci di Google, ditampilkan sebagai rendah, sedang, atau tinggi. Angka itu menggambarkan persaingan iklan berbayar, bukan beratnya bersaing di hasil organik.

Bagaimana cara mengetahui keyword difficulty tanpa alat berbayar?

Ketik kata kuncinya di Google lalu periksa 10 hasil teratas: jenis halamannya, siapa pemiliknya, seberapa baru isinya, dan apakah ada situs kecil atau forum yang ikut ranking. Bila hasil teratas dikuasai situs besar dengan konten yang sangat lengkap, kata kunci itu berat. Bila ada situs sekelas Anda yang ikut tampil, peluangnya terbuka.

Apakah kata kunci dengan KD tinggi sebaiknya dihindari?

Tidak selalu. Ahrefs sendiri menulis bahwa sebagian kata kunci KD 70 ke atas yang mereka tempati butuh empat sampai lima kali penulisan ulang, banyak promosi, dan bertahun-tahun kesabaran, dan menyarankan agar kata kunci penting tetap dikejar lebih awal. Untuk situs baru, kata kunci KD tinggi lebih cocok jadi target jangka panjang sambil membangun artikel turunan yang lebih mudah.

Mau dibantu menerapkannya di website Anda?

Ceritakan situs Anda lewat WhatsApp, lalu kami jadwalkan sesi diagnosis gratis 60 sampai 90 menit untuk menentukan bagian mana yang paling layak dibenahi lebih dulu.

Lanjut baca

Artikel terkait

Ilustrasi garis halaman web di tengah yang menerima tautan dari beberapa halaman lain, dengan kaca pembesar memeriksa salah satu tautan.

Backlink

Cek backlink: cara dan alat gratis untuk memeriksa tautan masuk

Cek backlink adalah proses melihat halaman dan domain lain yang menautkan ke website Anda. Panduan ini membandingkan alat gratis dari Google, Bing, Ahrefs, Semrush, dan Moz, menjelaskan kenapa angkanya selalu berbeda, cara membaca hasil pemeriksaan, tanda tautan bermasalah, dan kapan disavow benar-benar diperlukan.

3 November 2026 · 11 menit baca