Contoh SEO: 10 penerapan nyata di halaman website, lengkap sebelum dan sesudah
Sepuluh contoh penerapan SEO pada satu toko fiktif, masing-masing dengan versi sebelum dan sesudah: dari judul halaman dan URL sampai profil bisnis lokal dan backlink. Setiap contoh disertai alasan dari dokumentasi Google.
·11 menit baca
Daftar isi
Contoh SEO paling mudah dipahami lewat perbandingan sebelum dan sesudah: judul halaman “Home” diganti dengan judul yang menjelaskan isi halaman, URL berisi angka acak diganti dengan kata yang bisa dibaca, gambar bernama IMG00023 diberi nama dan teks alt yang deskriptif. Setiap perubahan kecil itu membantu Google memahami halaman dan membantu calon pengunjung memutuskan untuk mengklik. Artikel ini memberi sepuluh contoh penerapan SEO pada satu toko fiktif, dari judul halaman sampai backlink, lengkap dengan alasannya.
Supaya contohnya konkret, kami memakai satu usaha rekaan: Toko Sepatu Kulit Rakit (contoh), toko kecil di Bandung yang menjual sepatu kulit pria secara online dan punya satu gerai. Nama, produk, dan teks di bawah ini adalah ilustrasi, bukan data klien. Kalau Anda belum paham apa itu SEO, baca dulu apa itu SEO, lalu kembali ke contoh di sini.
Contoh 1 sampai 3: judul, meta description, dan URL
Tiga elemen ini muncul langsung di hasil pencarian, jadi dampaknya paling cepat terasa.
Contoh 1, judul halaman. Google menyarankan setiap halaman punya elemen <title> yang deskriptif dan ringkas, menghindari judul samar seperti “Home”, menghindari pengulangan kata kunci, dan menghindari judul yang sama untuk banyak halaman.
Sebelum: Home | Toko Kami
Sesudah: Sepatu Kulit Pria Buatan Bandung, Ukuran 38 sampai 46 | Toko Sepatu Kulit Rakit
Contoh 2, meta description. Meta description adalah ringkasan yang bisa dipakai Google sebagai cuplikan. Panduan Lighthouse menyarankan deskripsi yang unik di setiap halaman, jelas, ringkas, dan bebas dari penumpukan kata kunci.
Sebelum: Sepatu. Sepatu kulit. Sepatu bagus. Sepatu Bandung.
Sesudah: Sepatu kulit sapi asli dijahit tangan di Bandung. Pilih model pantofel atau boots, cek tabel ukuran, dan kirim ke seluruh Indonesia.
Contoh 3, URL. Panduan SEO Starter Google menjelaskan bahwa bagian URL bisa tampil sebagai breadcrumb di hasil pencarian, sehingga URL yang memuat kata yang bermakna lebih membantu pengguna daripada URL berisi pengenal acak.
Sepatu Kulit Pria Buatan Bandung, Ukuran 38 sampai 46
Deskriptif, unik, tidak mengulang kata kunci
Meta description
Daftar kata kunci yang diulang
Satu sampai dua kalimat yang menjelaskan isi dan manfaat halaman
Unik dan menjawab alasan orang mengklik
URL
Parameter angka acak
Folder dan nama halaman yang bisa dibaca
Kata di URL bisa tampil sebagai breadcrumb
Contoh satu hasil pencarian sebelum dan sesudah judul, deskripsi, dan URL dirapikan (toko fiktif). Isi halaman tidak berubah, tetapi calon pengunjung kini tahu apa yang akan mereka temukan sebelum mengklik.
Contoh 4 dan 5: struktur heading dan teks alt gambar
Contoh 4, heading. Heading membantu pembaca memindai halaman dan membantu mesin pencari memahami pembagian topik. Satu halaman cukup punya satu H1 yang menyatakan topik utama, lalu H2 untuk setiap bagian besar.
Sebelum: semua subjudul ditulis sebagai teks tebal biasa, dan H1 dipakai untuk logo.
Sesudah: H1 “Sepatu pantofel kulit hitam untuk pria”, lalu H2 “Bahan dan cara pembuatan”, H2 “Tabel ukuran”, H2 “Cara merawat”, H2 “Pengiriman dan penukaran ukuran”.
Contoh 5, nama berkas dan teks alt gambar. Google menjelaskan bahwa nama berkas memberi petunjuk ringan tentang isi gambar, dan memberi contoh my-new-black-kitten.jpg lebih baik daripada IMG00023.JPG. Atribut paling penting adalah teks alt, yang juga membantu pengguna pembaca layar.
Sebelum: IMG00023.JPG, alt kosong.
Sesudah: pantofel-kulit-hitam-tampak-samping.webp, alt “Sepatu pantofel kulit hitam tampak samping dengan jahitan tangan di bagian sol”.
Teks alt yang baik menjelaskan apa yang terlihat, bukan daftar kata kunci. Kalau gambar tidak tampil, kalimat itu harus tetap memberi informasi yang sama.
Contoh 6 dan 7: tautan internal dan data terstruktur
Contoh 6, tautan internal. Tautan internal membantu Google menemukan halaman dan memahami hubungan antarhalaman, sekaligus menuntun pembaca ke informasi berikutnya.
Sebelum: artikel blog “Cara merawat sepatu kulit” tidak menautkan ke produk apa pun, dan halaman produk tidak menautkan ke panduan perawatan.
Sesudah: artikel perawatan menautkan ke halaman produk pantofel dengan anchor “pantofel kulit hitam”, dan halaman produk menautkan balik ke “panduan merawat sepatu kulit”.
Contoh 7, data terstruktur. Data terstruktur adalah kode yang menjelaskan isi halaman dalam format yang dipahami mesin, misalnya informasi produk, alamat usaha, atau breadcrumb. Data ini bisa membuat halaman memenuhi syarat untuk tampilan hasil pencarian yang lebih kaya, tetapi tidak menjamin tampilan itu muncul.
Sebelum: halaman produk tanpa data terstruktur.
Sesudah: halaman produk memakai markup Product dengan nama, gambar, dan harga yang sama persis dengan yang tampil di halaman, dan halaman kontak memakai markup LocalBusiness dengan alamat gerai.
Aturan pentingnya: isi data terstruktur harus sesuai dengan yang terlihat pengunjung. Markup yang menjanjikan hal yang tidak ada di halaman bisa dianggap menyesatkan.
Contoh
Bagian situs
Yang dikerjakan
Yang dihindari
Heading
Halaman produk
Satu H1, beberapa H2 per topik
H1 untuk logo, subjudul hanya teks tebal
Alt gambar
Semua gambar produk
Nama berkas dan alt yang menjelaskan isi gambar
Alt kosong atau berisi daftar kata kunci
Tautan internal
Blog dan produk
Saling menautkan dengan anchor yang jelas
Anchor “klik di sini” untuk semua tautan
Data terstruktur
Produk dan kontak
Markup sesuai isi yang tampil
Markup berisi informasi yang tidak ada di halaman
Struktur heading halaman produk toko fiktif setelah dirapikan. Satu topik utama di H1, setiap bagian besar di H2, dan satu tautan internal yang menghubungkan produk dengan panduan perawatannya.
Contoh 8: SEO lokal untuk usaha yang punya gerai
Toko contoh kita punya gerai fisik di Bandung, jadi pencarian seperti “toko sepatu kulit di Bandung” sangat relevan. Untuk pencarian lokal, Google banyak menampilkan hasil dari profil bisnis, bukan hanya halaman website.
Sebelum: profil bisnis di Google belum diklaim, jam buka tidak tercantum, dan alamat di website ditulis berbeda dengan alamat di marketplace.
Sesudah: profil diklaim dan diverifikasi, kategori utama dipilih dengan tepat, jam buka dan foto gerai asli diunggah, dan nama, alamat, serta nomor telepon ditulis sama persis di website, profil bisnis, dan marketplace.
Langkah lengkapnya ada di panduan Google Bisnisku kami. Satu catatan penting: foto di profil bisnis harus foto gerai dan produk yang asli. Pengunjung datang ke lokasi itu, jadi gambar yang tidak sesuai kenyataan akan merusak kepercayaan.
Contoh 9: konten yang menjawab pertanyaan pembeli
Contoh SEO yang paling sering dilewatkan bukan soal kode, tetapi soal isi. Banyak toko online hanya menulis dua kalimat deskripsi produk, padahal calon pembeli punya banyak pertanyaan sebelum membeli.
Sebelum: “Sepatu kulit asli, nyaman dipakai. Tersedia berbagai ukuran.”
Sesudah: deskripsi yang menjelaskan jenis kulit, cara pembuatan, tabel ukuran dalam sentimeter, cara memilih ukuran bila kaki lebar, cara merawat, dan aturan penukaran ukuran.
Untuk menemukan pertanyaan itu, gunakan riset kata kunci dan catat pertanyaan yang sering masuk lewat chat. Caranya kami jelaskan di artikel cara mencari kata kunci dan kata kunci. Kalau Anda menulis artikel blog untuk menjawab pertanyaan yang lebih luas, panduan artikel SEO membahas strukturnya.
Deskripsi produk toko fiktif sebelum dan sesudah. Versi sesudah menjawab pertanyaan yang biasanya ditanyakan pembeli lewat chat, sehingga halaman lebih layak ditampilkan dan lebih meyakinkan untuk dibeli.
Contoh 10: backlink yang didapat, bukan dibeli
Backlink adalah tautan dari situs lain ke situs Anda. Contoh yang sehat untuk toko kita:
Sebelum: membeli paket “1.000 backlink” dari situs yang tidak berhubungan dengan sepatu atau fesyen.
Sesudah: menulis panduan ukuran sepatu yang lengkap sehingga dikutip komunitas pecinta sepatu kulit, terdaftar di direktori asosiasi pengrajin, dan diliput media lokal karena produknya dijahit tangan.
Kebijakan spam Google menyebut jual beli tautan untuk peringkat dan penggunaan program otomatis untuk membuat tautan sebagai contoh link spam. Cara memeriksa backlink yang sudah ada kami jelaskan di artikel Ahrefs backlink, dan dasar-dasarnya ada di apa itu backlink.
Area
Contoh penerapan
Alat untuk memeriksa
On page
Judul, meta description, URL, heading, alt, tautan internal
Lihat sumber halaman, Search Console
Technical
Sitemap, canonical, pengalihan, kecepatan
Search Console, PageSpeed Insights
Lokal
Profil bisnis di Google, nama alamat telepon konsisten
Profil bisnis Google
Konten
Deskripsi dan artikel yang menjawab pertanyaan
Riset kata kunci, pertanyaan pelanggan
Off page
Tautan dari situs relevan yang didapat secara wajar
Laporan tautan Search Console, Ahrefs
Sepuluh contoh di artikel ini dikelompokkan ke lima area. Area konten disorot karena paling sering dilewatkan, padahal paling menentukan apakah halaman benar-benar membantu pencari.
Contoh technical SEO yang sering terlupa
Selain sepuluh contoh di atas, ada beberapa pekerjaan teknis yang tidak terlihat pengunjung tetapi menentukan apakah halaman bisa ditemukan:
Sitemap dikirim ke Search Console. Sitemap membantu Google menemukan halaman baru lebih cepat. Penjelasannya ada di artikel sitemap.
Canonical tag pada halaman yang mirip. Toko yang menampilkan produk sama di beberapa URL (misalnya karena filter warna) perlu menandai versi utama. Lihat canonical tag.
Pengalihan 301 untuk URL lama. Saat struktur URL diubah seperti contoh 3, URL lama harus dialihkan ke URL baru supaya tautan dan riwayatnya tidak hilang.
Kecepatan di seluler. Gambar produk yang besar sering membuat halaman lambat. Cara mengukurnya ada di panduan PageSpeed Insights.
Semua pekerjaan ini termasuk technical SEO. Kalau situs Anda baru, kerjakan bagian ini lebih dulu sebelum menambah banyak konten, karena konten yang tidak terindeks tidak akan pernah ditemukan.
Urutan menerapkan contoh SEO di situs Anda
Sepuluh contoh di atas tidak harus dikerjakan sekaligus. Urutan yang kami sarankan untuk situs usaha kecil:
Pastikan halaman bisa diindeks: sitemap, Search Console, dan tidak ada halaman penting yang terblokir.
Rapikan judul dan meta description halaman yang paling penting, biasanya beranda, halaman layanan atau kategori, dan produk terlaris.
Perbaiki URL hanya bila perlu, dan selalu pasang pengalihan dari URL lama.
Rapikan heading, alt gambar, dan tautan internal di halaman yang sama.
Lengkapi profil bisnis di Google bila Anda punya lokasi fisik.
Perkaya konten halaman produk atau layanan dengan jawaban atas pertanyaan pembeli.
Baru setelah itu bangun tautan dari situs yang relevan.
Urutan materi yang lebih lengkap untuk yang ingin memahami SEO secara bertahap ada di panduan belajar SEO.
Kalau Anda ingin tahu contoh mana yang paling mendesak untuk situs Anda sendiri, itu yang kami petakan dalam audit SEO. Untuk penulisan konten seperti contoh 9, lihat layanan SEO konten, dan gambaran biayanya ada di halaman harga.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa contoh SEO yang paling sederhana?
Contoh paling sederhana adalah menulis ulang judul halaman. Judul seperti 'Home' atau 'Produk' diganti dengan judul yang menjelaskan isi halaman, misalnya 'Sepatu kulit pria buatan Bandung, ukuran 38 sampai 46'. Perubahan ini kecil, tetapi membantu Google dan calon pengunjung memahami isi halaman dari hasil pencarian.
Apa saja contoh SEO on page?
Contoh SEO on page antara lain judul halaman yang deskriptif, meta description yang unik, URL yang memuat kata yang mudah dipahami, struktur heading yang rapi, teks alt pada gambar, tautan internal ke halaman terkait, dan konten yang benar-benar menjawab pertanyaan pencari. Semuanya dikerjakan di dalam halaman yang Anda kelola sendiri.
Apa contoh SEO off page?
Contoh SEO off page adalah mendapat tautan dari media atau asosiasi industri yang relevan, disebut dalam artikel liputan, serta mengelola profil bisnis di Google untuk usaha yang punya lokasi fisik. Kuncinya, tautan dan sebutan itu didapat karena konten atau usaha Anda layak dirujuk, bukan dibeli untuk memanipulasi peringkat.
Apa contoh technical SEO?
Contoh technical SEO adalah memastikan halaman bisa dirayapi dan diindeks, mengirim sitemap ke Search Console, memasang canonical tag pada halaman yang mirip, mengalihkan URL lama dengan pengalihan 301, dan memperbaiki kecepatan halaman di perangkat seluler. Pekerjaan ini jarang terlihat pengunjung, tetapi menentukan apakah halaman bisa ditemukan.
Apakah contoh SEO ini bisa diterapkan di WordPress?
Bisa. Hampir semua contoh di artikel ini, seperti judul, meta description, URL, heading, alt gambar, dan tautan internal, bisa diatur langsung dari editor WordPress dan plugin SEO yang umum dipakai. Yang berbeda hanya letak pengaturannya, prinsipnya sama untuk platform apa pun.
Berapa lama contoh penerapan SEO ini memberi hasil?
Tidak ada jangka waktu pasti. Google perlu merayapi ulang halaman, dan hasilnya bergantung pada persaingan kata kunci, kondisi situs, dan kualitas perubahan. Perubahan judul atau meta description bisa terlihat di hasil pencarian setelah halaman dirayapi ulang, sedangkan dampak ke peringkat biasanya butuh waktu lebih lama dan perlu dipantau di Search Console.
Apakah cukup meniru contoh SEO dari pesaing?
Tidak cukup. Meniru struktur pesaing bisa jadi titik awal, tetapi Google menghargai konten yang membantu dan orisinal. Halaman yang hanya menyalin pola pesaing jarang punya alasan untuk ditampilkan lebih tinggi. Gunakan contoh sebagai pola kerja, lalu isi dengan pengalaman, data, dan jawaban yang hanya bisa Anda berikan.
Mau dibantu menerapkannya di website Anda?
Ceritakan situs Anda lewat WhatsApp, lalu kami jadwalkan sesi diagnosis gratis 60 sampai 90 menit untuk menentukan bagian mana yang paling layak dibenahi lebih dulu.
Urutan belajar SEO untuk pemula, dari cara kerja mesin pencari sampai membaca data Search Console, lengkap dengan latihan per tahap, sumber belajar gratis, jadwal delapan minggu, dan tanda bahwa Anda sudah siap menangani situs orang lain.