Belajar SEO

SEO analysis: cara analisis SEO website sendiri dalam tujuh langkah

SEO analysis bukan sekadar mengejar skor dari SEO checker. Panduan ini membahas tujuh langkah analisis SEO website memakai data yang bisa Anda akses gratis, dari Search Console sampai halaman hasil pencarian pesaing, lalu cara menyusun temuan menjadi prioritas kerja.

12 menit baca

Ilustrasi garis: jendela browser berisi grafik garis dan batang, kaca pembesar besar di atas halaman, dan papan klip dengan daftar centang di sampingnya
Daftar isi

SEO analysis adalah proses memeriksa kondisi sebuah website dari sisi mesin pencari untuk menemukan apa yang menahan trafik organiknya: apakah halaman terindeks, apakah teknis dan kecepatannya sehat, apakah judul dan isi halaman cocok dengan yang dicari orang, seberapa kuat backlink-nya, dan bagaimana posisinya dibanding pesaing. Hasil analisis SEO yang baik bukan skor, melainkan daftar masalah yang diurutkan berdasarkan dampaknya. Panduan ini membahas tujuh langkah analisis SEO website yang bisa Anda kerjakan sendiri dengan data gratis.

Kalau Anda belum paham bagaimana Google merayapi dan mengindeks halaman, baca dulu cara kerja SEO. Analisis akan jauh lebih mudah kalau Anda tahu urutan kerja mesin pencari.

SEO analysis, audit SEO, dan skor SEO checker

Tiga istilah ini sering tertukar. SEO analysis adalah proses memeriksa dan menafsirkan data. Analisis bisa luas (seluruh situs) atau sempit, misalnya “kenapa trafik halaman produk turun sejak bulan lalu”. Audit SEO biasanya merujuk pada pemeriksaan menyeluruh yang hasilnya dituangkan ke dalam dokumen berisi temuan, bukti, dan prioritas perbaikan.

Skor SEO checker adalah angka dari alat yang memeriksa halaman berdasarkan daftar aturan buatan alat itu sendiri. Skor ini berguna sebagai daftar periksa awal, tetapi Google tidak memakainya. Halaman dengan skor 95 bisa kalah dari halaman dengan skor 70 yang isinya lebih membantu. Karena itu, analisis yang baik selalu berangkat dari data pencarian yang sebenarnya, bukan dari skor.

Hal SEO analysis Audit SEO Skor SEO checker
Bentuk hasil Jawaban atas pertanyaan tertentu Dokumen temuan dan prioritas Satu angka dan daftar peringatan
Cakupan Bisa sempit atau luas Seluruh situs Biasanya satu halaman
Sumber data Search Console, halaman hasil pencarian, alat SEO Sama, ditambah pemeriksaan manual Aturan internal alat
Dipakai Google? Tidak relevan, ini proses kerja Tidak relevan, ini proses kerja Tidak, skor buatan alat
Diagram perbandingan SEO analysis dan skor SEO checker: analisis berangkat dari data pencarian nyata dan menghasilkan prioritas, sedangkan skor checker berasal dari aturan internal alat dan tidak dipakai Google
SEO analysis berangkat dari data pencarian yang sebenarnya, sedangkan skor SEO checker hanya mengukur kepatuhan pada daftar aturan alat. Skor bisa membantu sebagai daftar periksa, tetapi bukan dasar keputusan.

Langkah 1: tentukan pertanyaan dan baca data Search Console

Analisis tanpa pertanyaan biasanya berakhir sebagai daftar ratusan peringatan yang tidak pernah dikerjakan. Mulailah dengan satu pertanyaan yang jelas, misalnya “halaman mana yang paling dekat ke halaman pertama?” atau “kenapa klik turun 30 hari terakhir?”. Tetapkan juga periode pembanding, misalnya tiga bulan terakhir dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Sumber data pertama adalah laporan Performa di Google Search Console. Ada empat metrik yang perlu Anda pahami:

  • Klik: berapa kali orang mengklik situs Anda dari hasil pencarian Google.
  • Tayangan (impresi): berapa kali situs Anda muncul di hasil pencarian.
  • CTR: jumlah klik dibagi jumlah tayangan.
  • Posisi rata-rata: rata-rata posisi teratas situs Anda untuk kueri atau halaman tertentu.

Baca keempatnya bersama-sama. Tayangan naik tetapi klik tetap berarti halaman mulai muncul untuk lebih banyak kueri, tetapi belum di posisi yang cukup tinggi atau cuplikannya kurang menarik. Posisi baik tetapi CTR rendah biasanya menunjuk ke judul dan meta description. Klik turun bersama tayangan bisa berarti halaman kehilangan peringkat, atau minat pencarian memang sedang turun.

Diagram empat metrik laporan Performa Google Search Console: klik, tayangan, CTR, dan posisi rata-rata, masing-masing dengan pertanyaan yang bisa dijawabnya
Empat metrik laporan Performa Search Console dan pertanyaan yang bisa dijawab masing-masing. CTR disorot karena paling sering menunjuk ke perbaikan yang cepat, yaitu judul dan cuplikan.

Langkah 2: analisis indeks

Halaman yang tidak terindeks tidak akan pernah muncul, sebagus apa pun isinya. Buka laporan Page Indexing di Search Console dan lihat tabel alasan halaman tidak diindeks. Fokus pada halaman yang seharusnya muncul di Google, misalnya halaman layanan, produk, dan artikel utama.

Penyebab yang sering ditemukan:

  • Halaman ditandai noindex, kadang tanpa sengaja oleh tema atau plugin.
  • Halaman diblokir robots.txt, sehingga Google tidak bisa merayapinya.
  • Halaman dianggap duplikat, dan Google memilih URL lain sebagai versi utama. Pelajari canonical tag untuk memahami kasus ini.
  • Halaman tidak ada di sitemap dan tidak ditautkan dari halaman lain, sehingga jarang ditemukan. Lihat panduan sitemap.

Untuk satu halaman tertentu, gunakan alat Inspeksi URL di Search Console. Alat ini menunjukkan apakah halaman ada di indeks, kapan terakhir dirayapi, dan URL mana yang dipilih Google sebagai canonical.

Langkah 3: analisis teknis dan kecepatan

Setelah indeks, periksa kesehatan teknis. Mulai dari laporan Core Web Vitals di Search Console, lalu ukur halaman utama dengan PageSpeed Insights. Menurut web.dev, LCP yang baik terjadi dalam 2,5 detik, INP yang baik 200 milidetik atau kurang, dan CLS yang baik 0,1 atau kurang.

Selain kecepatan, periksa juga:

  • Apakah semua halaman memakai HTTPS dan versi dengan atau tanpa www mengarah ke satu versi saja.
  • Apakah ada rantai pengalihan atau tautan internal yang mengarah ke halaman 404.
  • Apakah tampilan di ponsel bisa dipakai dengan nyaman.
  • Apakah data terstruktur yang dipasang sesuai dengan isi halaman.

Daftar pemeriksaan teknis lengkap, termasuk cara mengauditnya dalam satu hari, ada di panduan technical SEO.

Langkah 4: analisis on page per halaman

Pilih halaman yang paling penting atau yang paling dekat ke halaman pertama, lalu periksa satu per satu. Tabel berikut bisa dipakai sebagai lembar kerja:

Elemen Yang diperiksa Tanda masalah
Tag judul Deskriptif, unik, memuat topik utama Judul samar, dobel, atau terpotong panjang
Meta description Unik dan menjelaskan isi Kosong, dobel, atau berisi tumpukan kata kunci
Heading Satu H1, H2 per bagian besar Tidak ada H1, atau heading dipakai untuk gaya
URL Pendek dan bisa dibaca Parameter acak, terlalu panjang
Gambar Teks alt menjelaskan isi Alt kosong untuk gambar penting
Tautan internal Menautkan ke halaman terkait Halaman yatim tanpa tautan masuk

Google menyarankan judul yang deskriptif dan ringkas, serta menghindari judul samar dan judul yang sama untuk banyak halaman. Penjelasan setiap elemen ada di SEO on page dan meta description, sedangkan contoh sebelum dan sesudahnya ada di artikel contoh SEO.

Langkah 5: analisis konten dan kata kunci

Di laporan Performa, buka tab Kueri untuk satu halaman. Bandingkan kueri yang benar-benar mendatangkan tayangan dengan kata kunci yang Anda targetkan. Ada tiga temuan yang sering muncul:

  • Niat pencarian tidak cocok. Halaman Anda berupa halaman jualan, tetapi kueri yang muncul bersifat informasional, atau sebaliknya.
  • Kanibalisasi. Dua halaman di situs Anda bergantian muncul untuk kueri yang sama, sehingga keduanya tertahan di posisi tengah. Solusinya biasanya menggabungkan atau membedakan fokus kedua halaman.
  • Topik yang belum dijawab. Kueri dengan tayangan tinggi tetapi posisi rendah sering menunjukkan pertanyaan yang belum dijawab tuntas di halaman.

Untuk menemukan kata kunci yang belum Anda garap, ikuti panduan cara mencari kata kunci.

Diagram alur analisis SEO berurutan: data Search Console, indeks, teknis dan kecepatan, on page, konten dan kata kunci, lalu backlink dan pesaing, dengan indeks disorot sebagai pemeriksaan yang paling menentukan
Urutan analisis SEO yang disarankan. Indeks disorot karena masalah di tahap ini menggugurkan semua pekerjaan sesudahnya: halaman yang tidak terindeks tidak akan pernah muncul.

Buka laporan Tautan di Search Console. Laporan ini menunjukkan situs yang paling banyak menautkan ke Anda, halaman Anda yang paling banyak ditautkan, dan teks tautan yang paling sering dipakai. Pertanyaan yang perlu dijawab:

  • Apakah halaman yang paling banyak ditautkan adalah halaman yang memang ingin Anda angkat?
  • Apakah situs yang menautkan relevan dengan bidang Anda?
  • Apakah teks tautan terlihat wajar, atau didominasi satu kata kunci yang sama?

Untuk melihat profil backlink pesaing, Anda butuh alat pihak ketiga. Cara membacanya dijelaskan di artikel Ahrefs backlink, dan cara menambah backlink tanpa biaya ada di panduan backlink gratis.

Langkah 7: analisis pesaing di halaman hasil pencarian

Cari kata kunci utama Anda di Google, lalu buka tiga sampai lima hasil teratas. Catat jenis halamannya (artikel panduan, halaman produk, daftar, alat), kedalaman isinya, pertanyaan yang mereka jawab dan Anda belum, serta format yang dipakai seperti tabel, gambar, atau video. Lihat juga apakah ada fitur hasil pencarian seperti cuplikan unggulan atau peta lokal.

Tujuan analisis pesaing bukan menyalin, tetapi memahami apa yang dianggap paling membantu untuk pencarian itu. Google menekankan konten yang dibuat untuk membantu orang dan memberi nilai tambah dibanding halaman lain. Halaman yang hanya meniru struktur pesaing jarang punya alasan untuk ditampilkan lebih tinggi.

Mengubah temuan menjadi daftar prioritas

Analisis selesai saat temuan berubah menjadi daftar kerja. Cara sederhana adalah menilai setiap temuan dari dua sisi: seberapa besar dampaknya bagi trafik dan seberapa besar usaha untuk memperbaikinya.

Dampak dan usaha Contoh temuan Kapan dikerjakan
Dampak besar, usaha kecil Halaman layanan tertandai noindex, judul halaman posisi 8 sampai 12 yang samar Minggu ini
Dampak besar, usaha besar Halaman lambat karena tema berat, konten utama yang tidak menjawab niat pencarian Direncanakan bulan ini
Dampak kecil, usaha kecil Alt gambar kosong di halaman jarang dikunjungi Dikerjakan sambil jalan
Dampak kecil, usaha besar Mengejar skor sempurna di alat SEO checker Ditunda atau dilewati
Diagram empat kotak prioritas hasil analisis SEO: dampak besar usaha kecil dikerjakan minggu ini, dampak besar usaha besar direncanakan, dampak kecil usaha kecil dikerjakan sambil jalan, dampak kecil usaha besar ditunda
Matriks dampak dan usaha untuk mengurutkan temuan analisis SEO. Kotak dampak besar dengan usaha kecil disorot karena di situlah hasil tercepat biasanya ditemukan.

Kesalahan yang sering terjadi saat analisis SEO

Beberapa kesalahan membuat analisis terlihat sibuk tetapi tidak menghasilkan perbaikan:

  1. Mengejar skor alat, bukan data pencarian. Skor naik, trafik tidak bergerak.
  2. Membandingkan periode yang tidak setara, misalnya bulan libur dengan bulan biasa, lalu menyimpulkan ada penurunan.
  3. Menyimpulkan dari satu angka. Penurunan posisi rata-rata bisa terjadi justru karena halaman mulai muncul untuk lebih banyak kueri baru di posisi bawah.
  4. Mengabaikan indeks dan langsung menulis konten baru, padahal halaman lama belum terindeks.
  5. Tidak mencatat tanggal perubahan, sehingga dampak perbaikan tidak bisa diukur.

Simpan catatan setiap perubahan beserta tanggalnya. Saat analisis berikutnya, catatan itu yang membuat Anda bisa menjawab apakah perbaikan kemarin benar-benar berpengaruh. Alat pendukung untuk setiap langkah dibahas di ulasan SEO tools, dan urutan belajar yang lebih lengkap ada di panduan belajar SEO.

Sumber

Kalau Anda ingin analisis seperti ini dikerjakan menyeluruh lalu dituangkan menjadi dokumen prioritas, itu isi layanan audit SEO kami. Contoh bentuk dokumennya bisa dilihat di contoh dokumen diagnosis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu SEO analysis?

SEO analysis adalah proses memeriksa kondisi sebuah website dari sisi mesin pencari untuk menemukan apa yang menahan trafik organiknya. Yang diperiksa antara lain apakah halaman terindeks, kondisi teknis dan kecepatan, elemen on page, kecocokan konten dengan kata kunci, profil backlink, serta posisi dibandingkan pesaing.

Apa beda SEO analysis dan audit SEO?

Keduanya mirip. SEO analysis adalah proses memeriksa dan menafsirkan data, sedangkan audit SEO biasanya merujuk pada pemeriksaan menyeluruh yang hasilnya dituangkan dalam dokumen berisi temuan dan prioritas perbaikan. Analisis bisa dilakukan untuk satu pertanyaan sempit, misalnya kenapa trafik satu halaman turun, sedangkan audit mencakup seluruh situs.

Apakah skor dari SEO checker menentukan peringkat di Google?

Tidak. Skor dari alat SEO checker adalah penilaian buatan masing-masing alat berdasarkan daftar aturan mereka sendiri. Google tidak memakai skor itu. Skor berguna sebagai daftar periksa awal, tetapi keputusan sebaiknya diambil dari data Search Console dan dari perbandingan dengan halaman yang benar-benar menempati hasil teratas.

Alat apa saja yang dibutuhkan untuk analisis SEO?

Untuk memulai cukup alat gratis: Google Search Console untuk data pencarian dan indeks, PageSpeed Insights untuk kecepatan dan Core Web Vitals, sumber halaman di browser untuk memeriksa elemen on page, serta pencarian Google itu sendiri untuk melihat pesaing. Alat berbayar membantu menghemat waktu, terutama untuk data backlink dan kata kunci pesaing.

Seberapa sering analisis SEO perlu dilakukan?

Pemantauan ringan di Search Console sebaiknya rutin, misalnya mingguan atau bulanan. Analisis menyeluruh cukup dilakukan secara berkala, misalnya per kuartal, serta setiap kali ada perubahan besar seperti migrasi situs, ganti tema, ganti struktur URL, atau penurunan trafik yang tajam.

Kenapa impresi naik tetapi klik tidak ikut naik?

Biasanya karena halaman mulai muncul untuk lebih banyak pencarian, tetapi di posisi yang belum cukup tinggi, atau judul dan cuplikannya kurang menarik untuk diklik. Periksa kueri mana yang impresinya naik, posisi rata-ratanya, dan CTR-nya. Kalau posisinya sudah baik tetapi CTR rendah, perbaiki judul dan meta description.

Bagaimana cara analisis SEO pesaing?

Cari kata kunci utama Anda di Google, lalu buka tiga sampai lima hasil teratas. Catat jenis halamannya, kedalaman isinya, struktur heading, apa yang mereka jawab dan Anda belum, serta seberapa kuat profil backlink-nya. Tujuannya memahami apa yang dianggap Google paling membantu untuk pencarian itu, bukan menyalin isinya.

Apa yang harus dikerjakan pertama setelah analisis SEO?

Kerjakan dulu masalah yang dampaknya besar dan usahanya kecil, terutama masalah indeks: halaman penting yang tertandai noindex, terblokir robots.txt, atau tidak ada di sitemap. Setelah itu baru perbaikan judul dan konten pada halaman yang sudah mendekati halaman pertama, lalu pekerjaan jangka panjang seperti konten baru dan backlink.

Mau dibantu menerapkannya di website Anda?

Ceritakan situs Anda lewat WhatsApp, lalu kami jadwalkan sesi diagnosis gratis 60 sampai 90 menit untuk menentukan bagian mana yang paling layak dibenahi lebih dulu.

Lanjut baca

Artikel terkait